KORDANEWS – Pemerintah Turki mendesak warga dunia untuk mengambil sikap menentang rencana Israel mencaplok Tepi Barat yang diduduki sejak memenangkan Perang Enam Hari pada 1967.
“Kami menolak rencana Israel mencaplok Tepi Barat dan meminta warga dunia menentangnya. Pendudukan dan pencaplokan wilayah adalah kejahatan,” kata juru bicara kepresidenan Turki, Ibrahim Kalin, seperti dilansir Anadolu Agency, Rabu (20/5).
Kalin mengatakan Turki akan mendukung seluruh langkah yang diambil untuk melawan rencana mengambil alih dan mencaplok wilayah yang dinilai milik Palestina.
Secara terpisah, pemerintah Iran menyatakan masalah yang terjadi saat ini di Timur Tengah hanya bisa dipecahkan oleh warga Palestina.
“Selama tujuh dasawarsa masyarakat dunia gagal memberi jalan keluar bagi Palestina, karena rencana perdamaian yang diajukan tidak sesuai dengan fakta sejarah dan akar permasalahan. Iran meyakini hanya warga Palestina baik dia Muslim, Nasrani atau Yahudi yang berhak menentukan nasib mereka melalui jajak pendapat secara nasional,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Iran, seperti dikutip kantor berita Tasnim.
Calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Joe Biden, mengatakan rencana pencaplokan wilayah Tepi Barat oleh Israel akan membuat harapan perdamaian di Timur Tengah hilang.
“Israel harus menghentikan ancaman pencaplokan wilayah dan menghentikan aktivitas di wilayah pemukiman karena hal itu akan mematikan harapan perdamaian,” ujar Biden, seperti dilansir Middle East Eye.
Meski begitu, Biden menyatakan akan tetap mendukung bantuan militer dari AS kepada Israel jika terpilih menjadi presiden. Dia juga menyatakan tidak akan menutup kedutaan besar AS di Yerusalem.
Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, memutuskan membatalkan seluruh perjanjian yang dibuat dengan Amerika Serikat dan Israel, sebagai bentuk protes atas rencana pencaplokan wilayah Tepi Barat.
“Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) dan bangsa Palestina tidak lagi terikat dengan perjanjian yang nota kesepahaman yang sudah ditandatangani dengan pemerintah Israel dan Amerika Serikat, termasuk soal perjanjian keamanan,” kata Abbas saat menyampaikan pernyataan di Ramallah, seperti dikutip Associated Press.















