Jagat media sosial baru saja diguncang oleh spekulasi panas yang melibatkan dua raksasa industri musik dunia, Bruno Mars dan Taylor Swift. Setelah rumor mengenai dugaan “penghinaan” atau diss yang dilakukan Bruno Mars terhadap Taylor viral di platform X (sebelumnya Twitter) dan Instagram, sang pelantun Versace on the Floor tersebut akhirnya angkat bicara untuk meredam api perselisihan.
Awal Mula Kontroversi: Sebuah “Like” yang Tak Disengaja?
Ketegangan bermula pada akhir pekan, sekitar tanggal 14-15 Maret 2026. Para penggemar setia Taylor Swift, yang dikenal sebagai Swifties, menemukan bahwa akun Instagram resmi Bruno Mars kedapatan memberikan tanda “Like” pada sebuah video Reel yang bernada negatif terhadap Taylor.
Video tersebut menampilkan cuplikan konser Eras Tour dengan narasi yang cukup tajam, menyebut Taylor Swift sebagai artis yang “tidak berbakat” dan mengaitkan kesuksesan fenomenalnya dengan faktor-faktor luar seperti white privilege. Tak butuh waktu lama bagi tangkapan layar “Like” tersebut untuk menyebar luas, memicu perdebatan sengit antara basis penggemar kedua musisi papan atas ini. Situasi sempat bertambah keruh ketika beberapa akun parodi mencoba menghubungkan insiden ini dengan grup K-pop BTS, meski hal tersebut kemudian terbukti sebagai hoaks belaka.
Respon Cepat Bruno Mars: “Taylor Selalu Mendukung Saya”
Menyadari kegaduhan yang terjadi, Bruno Mars tidak tinggal diam. Pada 15 Maret 2026, ia langsung mengunggah pernyataan melalui akun X miliknya untuk mengklarifikasi posisinya. Dalam pesan yang singkat namun tegas, Bruno menepis segala anggapan bahwa ia memiliki dendam atau niat buruk terhadap rekan sejawatnya tersebut.
“Taylor selalu mendukung dan sangat baik kepada saya selama bertahun-tahun. Hanya ada cinta di sini,” tulis Bruno dalam salah satu unggahannya. Tidak berhenti di situ, ia juga menambahkan pesan positif lainnya yang mengajak para pengguna media sosial untuk lebih bijak dalam berinteraksi: “Sebarkan cinta di aplikasi-aplikasi ini!”













