Health

Jerawat di Hidung Tanda Apa? Kenali Penyebab dan Mitos yang Banyak Dipercaya

×

Jerawat di Hidung Tanda Apa? Kenali Penyebab dan Mitos yang Banyak Dipercaya

Sebarkan artikel ini

KORDANEWS — Munculnya jerawat di hidung sering membuat seseorang bertanya-tanya apakah kondisi tersebut merupakan tanda adanya gangguan kesehatan tertentu. Posisi jerawat yang berada di bagian tengah wajah bahkan kerap dikaitkan dengan berbagai mitos mengenai kondisi organ tubuh.

Namun secara medis, jerawat di hidung umumnya tidak dapat digunakan sebagai tanda bahwa seseorang mengalami penyakit pada organ tertentu. Jerawat lebih sering berkaitan dengan kondisi pori-pori kulit, produksi minyak, perubahan hormon, serta peradangan.

Mengapa Jerawat Sering Muncul di Hidung?

Hidung merupakan bagian dari area T-zone, yaitu dahi, hidung, dan dagu. Area tersebut cenderung memiliki produksi minyak yang lebih tinggi dibandingkan beberapa bagian wajah lainnya.

Ketika minyak berlebih bercampur dengan sel kulit mati, pori-pori dapat tersumbat. Kondisi tersebut kemudian dapat berkembang menjadi komedo dan jerawat.

Bakteri yang berada di kulit juga dapat berperan dalam proses peradangan. Akibatnya, benjolan yang awalnya kecil bisa berubah menjadi merah, bengkak, dan terasa sakit.

Hormon Bisa Menjadi Salah Satu Pemicu

Perubahan hormon juga dapat meningkatkan produksi minyak pada kulit.

Itulah sebabnya jerawat sering muncul pada masa pubertas. Namun orang dewasa juga dapat mengalami jerawat yang berkaitan dengan perubahan hormonal.

Pada sebagian orang, jerawat dapat memburuk pada periode tertentu, misalnya ketika mengalami perubahan hormon atau stres.

Meski demikian, lokasi jerawat di hidung tidak berarti hormon tertentu sedang bermasalah. Untuk mengetahui penyebab jerawat yang berulang atau berat, diperlukan penilaian terhadap kondisi kulit dan faktor lainnya.

Kebiasaan Menyentuh Hidung Bisa Memperburuk Jerawat

Tanpa disadari, tangan sering menyentuh wajah sepanjang hari. Kebiasaan tersebut dapat membuat minyak, kotoran, dan berbagai zat dari tangan berpindah ke permukaan kulit.

Memencet jerawat juga bukan solusi yang dianjurkan.

Tekanan saat memencet dapat memperparah peradangan dan meningkatkan risiko terjadinya luka atau bekas jerawat. Pada beberapa kasus, memencet jerawat yang meradang juga dapat membuat proses penyembuhannya menjadi lebih lama.

Karena itu, jerawat sebaiknya dibiarkan dan dirawat dengan produk yang sesuai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *