KORDANEWS — Buah sirsak (Annona muricata) dikenal luas masyarakat Indonesia sebagai buah yang segar dan kaya akan kandungan vitamin C serta serat. Daging buahnya yang manis keasaman sering diolah menjadi aneka hidangan penutup dan minuman. Kendati demikian, di balik kelezatan dan profil nutrisinya, sirsak menyimpan risiko kesehatan yang tergolong serius bagi penderita diabetes atau gangguan gula darah.
Laporan kesehatan menunjukkan bahwa konsumsi sirsak secara tidak terkontrol—baik bagian daging buah maupun olahan ekstrak daunnya—dapat memicu efek samping beruntun pada sistem metabolisme tubuh penderita diabetes.
Ancaman Hipoglikemia dan Interaksi Obat Dokter
Risiko terbesar yang membayangi penderita diabetes berasal dari efek hipoglikemik alami yang dimiliki oleh sirsak, khususnya pada bagian ekstrak atau air rebusan daunnya. Senyawa aktif di dalam sirsak secara alami bekerja menurunkan kadar gula dalam darah secara signifikan.
Masalah besar timbul ketika penderita diabetes yang sedang dalam terapi pengobatan medis—seperti mengonsumsi metformin atau menjalani terapi suntik insulin—juga mengonsumsi olahan daun sirsak. Kombinasi ini dapat memicu penurunan kadar gula darah secara drastis di bawah batas normal atau yang dikenal dengan istilah hipoglikemia ekstrem. Kondisi ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan pasien mengalami pusing hebat, tubuh gemetar, keluar keringat dingin, linglung, hingga kehilangan kesadaran yang mengancam jiwa.















