KORDANEWS — Saat ini ekspor sarang burung walet di Sumatera Selatan (Sumsel) masih dilakukan sangat minim bahkan memprihatinkan.
Hal ini berbanding terbalik dengan apa yang diinginkan bahwa sarang burung walet dinilai sangat berpotensi untuk di ekspor.
“Saat ini relatif belum pernah ekspor untuk komoditas saramg burung walet. Kalau ekspor sangat sedikit hanya 70,1 kilogram,” kata Kepala Balai Karantina Kelas 1 Palembang, Bambang Hesti Susilo, Rabu (5/2).
Menurutnya, minim volume ekspor sarang walet ini dikarenakan belum adanya fasilitas rumah prosesing di Sumsel berbeda dengan daerah lainnya.
Dengan volume ekspor yang sangat sedikit, ini artinya masih dalam kategori home industri dan tentunya sangat disayangkan.
“Untuk itu kami meminta pihak terkait agar membantu memfasilitasi rumah prosesing sehingga ekspor dapat meningkat. Karena ini sangat berpotensi jika diekspor ke negara luar,” terangnya.
Selain sarang burung walet yang berpotensi untuk dilakukan ekspor di Sumsel yakni Pinang, Karet, Kopi dan beberapa produk lainnya. Apalagi, saat ini kopi dieskpor melalui daerah tetangga. Pihaknya akan berupaya agar komoditas kopi ini mampu diekspor langsung dari Sumsel.















