Home Ekonomi Tol Trans Sumatera Pangkas Jarak Dekatkan Silaturahmi

Tol Trans Sumatera Pangkas Jarak Dekatkan Silaturahmi

Presiden Joko Widodo saat resmikan jalan tol Trans Sumatera ruas Kayu Agung-Palembang (Foto : Istimewa)

KORDANEWS — Jarak sepanjang 263 Kilometer itu kini terasa dekat bagi Rio Pratama. Ia yang sejak lima tahun tinggal di Palembang harus terpisah jarak dan waktu dengan orang tuanya yang tinggal jauh di kota Bumi Lampung.

Keberadaan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Palembang-Lampung yang dibuka secara fungsional sejak September 2020 lalu memangkas jarak perjalanan Rio untuk pulang ke kampung halaman.

Jika semula dari Lampung ke Palembang butuh waktu 11 jam, kini dengan keberadaan jalan tol Trans Sumatera waktu yang ditempuh jauh lebih singkat yakni 3 jam.

Terpangkasnya jarak antara Palembang dan Lampung berkat keberadaan jalan tol merupakan kabar baik bagi Rio yang hidup di rantau. Ya, sejak lima tahun tinggal terpisah dengan orangtuanya, pekerja swasta ini hanya mudik pada saat libur lebaran saja.

Kini, dengan keberadaan jalan tol Trans Sumatera Rio bisa sesuka hati pulang ke kampung halaman. Bahkan saat mudik ia bisa pulang hari ke Palembang, lantaran jarak yang semula terasa jauh kini semakin dekat.

“Jalan tol ini memangkas jarak mendekatkan silaturahmi saya dengan orang tua. Kalau dulu kan bisa sampai setengah hari ke Lampung, sekarang cuma butuh 3-4 jam,” kata Rio,  Selasa (26/3).

Tak hanya jadi lebih dekat dengan orangtuanya, berkat kehadiran jalan Tol Trans Sumatera Rio bisa memboyong keluarga besarnya dari Lampung untuk datang ke Palembang tiga bulan lalu.

Tepat tiga bulan bulan lalu, Rio berhasil mempersunting pujaan hatinya, gadis manis asal Palembang.  Dengan menggunakan iring-iringan 4 mobil pribadi keluarga besar Rio bisa hadir untuk menyaksikan pernikahannya.

“Untung jarak Palembang-Lampung sekarang sudah dekat. Tak terbayang kalau jarak jauh dan harus naik pesawat, berapa biaya yang harus keluarga saya keluarkan untuk datang di pernikahan saya kemarin,” jelas Rio.

Tak hanya Rio, keberadaan Tol Trans-Sumatera diapresiasi banyak pemudik. Keberadaannya yang telah memangkas jarak Lampung dan Palembang, serta fasilitas mumpuni membuat pengendara tidak perlu jauh lagi untuk berkendara melalui jalan nasional.

Kehadiran Tol Trans Sumatera juga diapresiasi penuh oleh Gubernur Sumsel Herman Deru. Menurutnya,  bagi masyarakat Sumatera Selatan, keberadaan jalan tol merupakan lompatan besar untuk poros utama Trans Sumatera.

Deru pun mengaku bahagia dengan kehadiran jalan tol. Dengan adanya jalan bebas hambatan ini dapat membuat pembangunan di Bumi Sriwijaya menjadi lebih terintegrasi.

Menurutnya,  keberadaan infrastruktur yang selaras antara nasional dan daerah adalah jawaban dari upaya untuk mempercepat lajunya perekonomian di Provinsi Sumatera Selatan.

“Kenapa infrastruktur itu harus selaras dan searah, agar ekslarasi atau pertumbuhan ekonomi berjalan dengan baik dan maju.  Nah, keberadaan jalan tol ini adalah kuncinya,” ungkap Deru.

Presiden  Joko Widodo yang sempat meresmikan jalan tol Trans Sumatera ruas Kayu Agung-Palembang pada,  Selasa (26/1/2021) lalu menyebut, keberadaan ruas jalan tol ini merupakan poros utama jalan tol Sumatera Selatan. Jalan tol itu akan menghubungkan Pelabuhan Bakauheni langsung ke Palembang.

Dengan selesai dan beroperasinya jalan tol ini, merupakan lompatan besar karena bisa menghemat waktu tempuh 75 persen.  Jarak tempuh dari Bakauheni ke Palembang yang berjarak 373 kilometer yang biasanya ditempuh 12 jam perjalanan darat, sekarang hanya perlu waktu hingga 3,5 jam.

“Jalan tol ini akan memberikan kontribusi pada penurunan biaya logistik. Dan akan memberikan competitiveness, daya saing yang besar bagi Palembang dan Lampung,” ungkapnya.

Manajer Proyek PT Hutama Karya, Hasan Turcahyo mengungkapkan jalan tol Trans Sumatera Palembang-Lampung merupakan solusi bagi masyarakat.

Dampak hadirnya Tol Trans Sumatera memiliki tiga manfaat besar bagi masyarakat dan kalangan pengusaha.

Pertama, turunnya biaya logistik. Kedua, mempermudah pergerakan barang dan jasa. Ketiga, kegiatan pariwisata menggeliat.

Selain itu,  keberadaan jalan tol ini diyakini akan memberikan kontribusi mengurai kepadatan lalu lintas yang selama ini terjadi jalan lintas Sumatera. Seperti diketahui, kawasan Betung Sumsel kerap kali jadi langgan macet karena ruas jalan yang rusak serta volume kendaraan tak sebanding dengan ruas jalan.

“Jalan Tol Trans Sumatera ini menghasilkan pertumbuhan dan kesejahteraan bagi masyarakat di Sumatera khususnya Sumsel dan Lampung,” terangnya.

Ia menambahkan, jalan tol Trans Sumatera ruas Kayu Agung-Palembang juga terasa sangat spesial.  Dimana Jembatan Ogan yang menyambungkan jalan tol merupakan jembatan tol terpanjang di Indonesia dengan panjang 1,7 kilometer,panjang bentang jembatan 180 meter dengan lebar 2×17 meter.

Selain menjadi jembatan tol terpanjang di Indonesia, Jembatan Ogan ini juga dihiasi dengan kearifan lokal Sumsel.  Dimana Ornamen Songket Palembang di dipasangan sepanjang parapetnya. Di sekitar area jembatan dibangun juga Replika Candi Muara Takus yang melambangkan situs sejarah Kerajaan Sriwijaya.

“Yang membanggakan itu pembangunan jembatan Ogan Tol  hampir 99 persen bahannya menggunakan produk-produk lokal asli Indonesia,” tuturnya. (Aab)

 

Editor : Jhonny

Tirto.ID
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here