Bisa terserap lewat kulit
Ada temuan yang mencengangkan tentang paparan asap BBQ yang bukan hanya dari inhalasi atau menghirup. Kontak dengan kulit juga perlu diperhitungkan. Ini terbukti dalam studi tim peneliti di Jinan University, China, hasilnya cukup mengejutkan.
Mereka membagi 20 orang dalam tiga kelompok. Tim pertama terpapar asap, makanan, dan juga kontak langsung kulit dengan makanan yang dipanggang. Sementara tim kedua hanya terpapar asap dan kontak kulit. Tim ketiga mengenakan masker dan hanya terpapar lewat kontak kulit saja.
Sampel urine diperiksa dalam empat periode: 17 jam sebelum BBQ, pagi sebelum acara, tepat sebelum acara dimulai, dan 35 jam setelah acara selesai.
Hasilnya, mengonsumsi langsung makanan yang dipanggang memberi dampak paling signifikan. Kedua, disusul dengan kontak langsung dengan kulit. Ketiga, menghirup asap BBQ.
Artinya, individu yang mengenakan masker sekalipun masih bisa terpapar PAHs dalam level tinggi. Pakaian yang dikenakan pun belum tentu melindungi dari paparan.
Cara memanggang yang sehat
Mengingat tidak mungkin langsung meninggalkan semua jenis olahan bahan makanan yang dipanggang, setidaknya ada strategi untuk mengurangi risiko kanker. Menariknya, yang paling berpengaruh adalah apa yang dimasak, bukan bagaimana proses memasaknya.
Lalu, apa saja strategi untuk menghindarinya?
1. Pilih bahan yang dipanggang
Pilah dan pilih jenis olahan bahan makanan yang dipanggang. Ketimbang daging merah, pilihlah sayuran dan buah. Sebab, jelas bahwa konsumsi daging merah meningkatkan risiko terjadinya kanker usus dan lambung.
Di sisi lain, sayur dan buah yang dipanggang tidak akan membentuk senyawa berbahaya. Rasanya pun tak kalah lezat. Jadi, pilih saja makanan plant-based untuk dipanggang ketimbang mengonsumsi daging merah yang berisiko.
2. Memanggang dengan singkat
Sebisa mungkin, panggang dalam waktu singkat. Anda bisa memotongnya sehingga lebih kecil dan cepat matang. Selain itu, bisa juga dengan memasaknya terlebih dahulu (pre-cook) agar proses memanggang tidak terlalu lama.
3. Saring lemak
Lemak yang menetes dari protein hewani dan mengendap di arang atau elemen memanggang lainnya juga bisa jadi sumber bahaya. Oleh sebab itu, sebaiknya panggang daging di tengah alat panggang, jauh dari arangnya. Pastikan juga untuk sering membaliknya.
4. Tidak konsumsi yang hangus
Ketika protein dimasak hingga matang, biasanya ada bagian yang hangus dan berwarna kehitaman. Ini berarti produksi PAHs meningkat. Jadi, sebaiknya biarkan api mengecil sebelum meletakkan daging ke alat panggang. Jika sudah terlanjur, jangan konsumsi bagian yang hangus.
5. Mencuci baju
Mengingat paparan bahaya dari asap BBQ juga bisa terkena lewat kulit, sebaiknya segera cuci pakaian setelah menggunakannya. Mungkin memang pakaian bisa melindungi dari paparan asap BBQ. Namun ketika asap sudah penuh dengan zat kimia dan lemak jenuh, PAHs tetap bisa masuk ke tubuh lewat kulit.
Inilah mengapa penting sekali untuk segera ganti baju dan mencuci pakaian yang sudah terpapar asap BBQ sesegera mungkin. Tak kalah penting, jangan berdiri terlalu dekat dengan alat panggang.
Mungkin banyak yang belum tahu bahaya yang mengintai dari suka ria menikmati BBQ bersama orang-orang terdekat. Setelah tahu fakta-fakta di atas yang dilandasi bukti ilmiah, tak ada salahnya mulai menerapkan strategi untuk menghindari risikonya.
Jangan lupa sampaikan pula kepada orang terdekat tentang hal ini. Semakin banyak yang tahu, tentu dampaknya kian positif. Bukan hanya metode memasaknya saja, namun juga apa bahan yang dimasak perlu diperhatikan. Batasi pula porsi mengonsumsinya.
Editor :John.W















