Pada kesempatan tersebut, Plt Bupati juga mengingatkan kepada masyarakat dan pengelola obyek wisata untuk selalu menerapkan protokol kesehatan.
“Ingat pandemi Covid-19 belum berakhir. Jadi kita harus terus menerapkan protokol kesehatan, termasuk dalam aktifitas pengelolaan obyek wisata ini,” imbuhnya.
Sementara itu Camat Jirak Jaya Yudi Suhendra, pemilik obyek wisata Manau Kuning adalah Samsirun, mantan Kades Jembatan Gantung.
Diceritakan, Manau Kuning adalah Anak dari Sungai Keruh, dan Sungai Keruh adalah anak dari Sungai Musi. Manau Kuning merupakan salah satu saksi sejarah perjuangan, tepatnya pada 2 agustus 1945 terjadi perperangan antara Gerakan Persatuan Pemuda Islam yang dipimpin Laskar Jimbun melawan Belanda tepat di pintu jembatan Manau Kuning, yang sekarang bertepatan dilokasi wisata Manau Kuning.
“Dengan adanya Festival Manau Kuning, paling tidak bisa menggelorakan kembali kegiatan masyarakat dengan tetap mematuhi prokes Covid-19. Untuk bisa masuk ke wisata Manau Kuning, masyarakat diminta untuk menunjukkan kartu vaksin, jika belum ada maka telah disiapkan stand untuk masyarakat melakukan suntik vaksin, dengan demikian mewujudkan herd immunity dapat tetap dilaksanakan,”ungkapnya. (ts)















