Bahkan, ekstrak kulit rambutan secara signifikan mengurangi kadar kolesterol, trigliserida, dan kreatinin (zat limbah dalam darah) pada tikus diabetes.
Selain kulitnya, ada juga studi dalam negeri yang mengatakan bahwa biji rambutan yang justru bisa mencegah diabetes.
Namun, karena sejauh ini penelitian yang dilakukan masih dalam lingkup kecil dan baru pada hewan, hal tersebut tidak dapat mendukung bahwa rambutan benar-benar ampuh untuk diabetes.
Sedangkan, untuk khasiat biji rambutan sebagai ‘obat’ pencegah diabetes, hal itu juga masih belum dijelaskan secara gamblang bagaimana efek sesungguhnya pada banyak orang.
Cara Konsumsi Rambutan untuk Penderita Diabetes
Seperti pemaparan di atas, bagian dari rambutan yang diduga bermanfaat untuk diabetes adalah kulit dan bijinya.
Namun tentu saja, kamu tidak harus mengonsumsinya secara langsung untuk memperoleh manfaatnya. Kamu juga bisa mengonsumsi ekstrak kulit ataupun biji rambutan.
Untuk bijinya, kamu bisa mengonsumsinya dengan sebelumnya dipotong kecil-kecil lalu dijemur selama 2-3 hari sampai kuning kehitaman. Setelah kering, potongan biji tersebut diblender hingga jadi bubuk halus.
Bubuk itu nantinya diseduh dengan air panas dan diminum sesuai kebutuhan. Terlepas dari bagaimana efektivitasnya, biji rambutan mengandung 30-43 persen lemak murni, serat, pati, dan asam stearat.
Editor : John.W














