Home Health 3 Ciri-Ciri Defisiensi Vitamin E

3 Ciri-Ciri Defisiensi Vitamin E

KORDANEWS – Beberapa manfaat vitamin E yang paling dikenal yaitu mencegah penuaan dini dan menjaga kesehatan kulit. Namun, peran vitamin E untuk fungsi tubuh lebih daripada itu. Kekurangan vitamin E atau dikenal sebagai defisiensi vitamin E bisa menimbulkan sejumlah masalah otot hingga melemahnya daya tahan tubuh.

Kekurangan vitamin E dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Berikut adalah beberapa penyebab umum defisiensi vitamin E.

Diet kurang seimbang.
Masalah penyerapan nutrisi pada sistem pencernaan, seperti penyakit celiac.
Beberapa kondisi medis, seperti penyakit hati kronis, pankreatitis, atau penyakit genetik yang mempengaruhi penyerapan nutrisi, dapat menyebabkan kekurangan vitamin E.
Bayi lahir prematur, hal ini karena mereka mungkin tidak memiliki cukup waktu untuk menerima pasokan vitamin E yang cukup dari ibu selama kehamilan.
Konsumsi alkohol berlebihan dapat mengganggu penyerapan dan penggunaan vitamin E oleh tubuh.
Ada pula kasus defisiensi langka akibat kelainan genetik yang diwariskan. Dua kondisi yang telah diketahui yakni abetalipoproteinemia bawaan dan familial isolated vitamin E deficiency.
Kebanyakan orang dapat memenuhi kebutuhan vitamin ini dengan menyantap makanan sumber vitamin E, di antaranya minyak nabati dan kacang-kacangan. Anda bisa juga memenuhi kebutuhan vitamin E melalui suplementasi.

Mengacu Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang diterbitkan Kementerian Kesehatan RI, kebutuhan vitamin E untuk orang berusia 13 tahun ke atas yaitu 15 mikrogram dalam sehari. Pada perempuan lansia, kebutuhan ini menjadi 20 mikrogram per hari.

Jika seseorang tidak memenuhi angka tersebut dalam waktu cukup lama, kondisi ini dikatakan sebagai defisiensi vitamin E. Tanda-tandanya sebagai berikut.

1. Ataksia
Ataksia merupakan gangguan koordinasi otot yang disebabkan oleh masalah pada otak. Kondisi ini terjadi bila bagian tertentu dari saraf otak mengalami kerusakan.

Penderita ataksia tidak bisa mengendalikan keseimbangan serta gerak tangan dan kakinya.

Nah, defisiensi vitamin E dapat merusak saraf otak yang disebut saraf Purkinje. Hal ini menghambat pengiriman sinyal antara otak dengan otot anggota gerak. Akibatnya, seseorang bisa mengalami kesulitan saat bergerak dan berjalan.

2. Lemah otot
Setiap gerakan yang Anda lakukan secara sadar berawal dari sinyal-sinyal yang dikirimkan oleh sel saraf otot atau sumsum tulang belakang. Sebagai antioksidan, salah satu fungsi vitamin E yaitu melindungi sel saraf dan otot dari radikal bebas.

Kekurangan vitamin E dapat membuat sel-sel saraf yang terhubung dengan otot tersebut lebih rentan mengalami kerusakan. Ciri utamanya yaitu otot menjadi lemah dan lunglai.

3. Kebas dan rasa geli
Selain menghambat pengiriman sinyal, kerusakan saraf dapat mengganggu sinyal yang akan dikirimkan.

Sinyal yang seharusnya membuat otot bergerak mungkin malah menimbulkan rasa geli atau membuat tangan dan kaki terasa kebas (mati rasa). Ini merupakan tanda dari kekurangan vitamin E yang cukup serius.

Jika tidak ditangani, penderita berisiko mengalami berbagai komplikasi. Salah satunya adalah kematian jaringan pada kaki karena penderita tidak menyadari terdapat luka pada kakinya.

4. Penglihatan terganggu
Vitamin E termasuk antioksidan kuat yang melindungi berbagai sel tubuh, tidak terkecuali sel mata.

Jika seseorang mengalami defisiensi vitamin E yang parah, sel-sel penyusun mata berisiko lebih tinggi mengalami kerusakan akibat radikal bebas.

Sel-sel penerima cahaya yang terdapat pada retina lama-kelamaan juga dapat menjadi lemah. Bila kondisi ini sudah sangat parah dan tidak segera ditangani, penderita dapat mengalami gangguan penglihatan atau bahkan kebutaan.

Editor : Jhon.W

Tirto.ID
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here