KORDANEWS – Suasana mencekam menyelimuti kawasan elit Beverly Hills setelah dilaporkan terjadi aksi penembakan di properti milik bintang pop global, Rihanna, pada Senin, 9 Maret 2026 waktu setempat. Departemen Kepolisian Los Angeles (LAPD) segera merespons laporan darurat dan berhasil menangkap seorang pria bersenjata tak jauh dari gerbang utama kediaman sang diva.
Kronologi Kejadian: Alarm Keamanan Berbunyi
Berdasarkan keterangan resmi pihak kepolisian, insiden bermula sekitar pukul 22.30 malam. Sensor keamanan di perimeter luar rumah Rihanna mendeteksi adanya aktivitas mencurigakan yang diikuti dengan suara letusan senjata api sebanyak dua kali.
Petugas keamanan pribadi Rihanna segera melakukan prosedur lockdown dan menghubungi pihak berwenang. Beruntung, sistem keamanan berlapis di kediaman tersebut berhasil mencegah pelaku merangsek masuk ke dalam bangunan utama.
Penangkapan Pelaku: Siapa Dia?
Hanya dalam hitungan menit, unit taktis LAPD tiba di lokasi dan melakukan pengepungan. Pelaku, yang diidentifikasi sebagai seorang pria berusia sekitar 30-an tahun, ditangkap tanpa perlawanan berarti di area taman depan.
Polisi menyita sebuah senjata api jenis pistol semi-otomatis dari tangan pelaku. Hingga saat ini, motif penembakan masih dalam penyelidikan intensif. Namun, laporan awal menyebutkan bahwa pelaku diduga memiliki obsesi berlebihan terhadap Rihanna dan telah mencoba mendekati area tersebut beberapa kali dalam seminggu terakhir.















