Entertainmentmovie

Film Horor Korea Salmokji Siap Tayang di Bioskop Indonesia, Bikin Penonton Was-Was

×

Film Horor Korea Salmokji Siap Tayang di Bioskop Indonesia, Bikin Penonton Was-Was

Sebarkan artikel ini

Film horor Korea kembali menambah daftar panjang tayangan yang dinanti penonton Indonesia. Kali ini, film berjudul Salmokji: Whispering Water dipastikan akan segera tayang di bioskop Tanah Air setelah lebih dulu sukses di negara asalnya, Korea Selatan.

Kehadiran film ini langsung memicu antusiasme penggemar horor, terutama karena reputasi film Korea yang dikenal mampu menghadirkan cerita menyeramkan dengan atmosfer kuat dan pendekatan psikologis yang mendalam. Sejumlah jaringan bioskop besar di Indonesia dikabarkan telah menyiapkan jadwal penayangan, meski tanggal resmi rilis masih menunggu pengumuman lebih lanjut dari pihak distributor.

Film Salmokji pertama kali dirilis di Korea Selatan pada 8 April 2026 dan langsung mencuri perhatian publik. Dalam waktu singkat, film ini berhasil meraih respons positif dan menjadi salah satu judul horor yang paling banyak dibicarakan pada periode awal penayangannya. Keberhasilannya di pasar domestik membuat film ini kemudian dilirik untuk distribusi internasional, termasuk Indonesia.

Cerita dalam Salmokji: Whispering Water berpusat pada sebuah lokasi terpencil berupa waduk yang menyimpan misteri kelam. Kisah dimulai ketika sekelompok kru produksi datang ke area tersebut untuk melakukan proses pengambilan ulang gambar sebuah proyek. Namun, situasi yang awalnya tampak normal berubah menjadi serangkaian kejadian aneh yang sulit dijelaskan.

Di lokasi tersebut, para kru mulai mengalami gangguan misterius, mulai dari suara-suara tidak dikenal hingga penampakan yang muncul tanpa sebab jelas. Semakin lama mereka berada di tempat itu, semakin kuat pula teror yang dirasakan. Waduk tersebut kemudian diketahui menyimpan sejarah kelam yang berkaitan dengan kejadian masa lalu yang belum pernah terungkap.

Atmosfer horor dalam film ini dibangun secara perlahan dengan pendekatan yang menekankan ketegangan psikologis. Alih-alih hanya mengandalkan jump scare, film ini memanfaatkan kesunyian lokasi, pencahayaan minim, serta rasa isolasi untuk menciptakan ketakutan yang lebih mendalam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *