KORDANEWS – Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mengambil langkah agresif dalam menanggulangi persoalan banjir. Sebanyak 11 titik rawan genangan kini ditetapkan sebagai prioritas utama untuk segera dituntaskan.
Gerak Cepat Instruksi Wali Kota kepada Kepala Dinas PUPR Kota Palembang, Ir. Yudha F, ST, MT, IPM, ASEAN Eng, menegaskan bahwa percepatan ini merupakan instruksi langsung dari Wali Kota Palembang. Tujuannya jelas: memastikan penanganan banjir dilakukan secara sigap, teknis, dan terukur demi kenyamanan warga.
”Langkah cepat ini adalah tindak lanjut arahan pimpinan agar dampak musim hujan bisa kita minimalisir sedini mungkin,” ujar Yudha.
Menurutnya, penyebab Utama: Sampah hingga Faktor Alam. Berdasarkan hasil pemetaan di lapangan, Yudha mengungkapkan ada tiga tantangan utama yang menyebabkan genangan sering muncul:
Sedimentasi & Sampah: Saluran air mengalami penyempitan drastis akibat tumpukan sampah dan pendangkalan (sedimentasi).
Curah Hujan Tinggi: Intensitas hujan yang ekstrem melebihi kapasitas tampung saluran yang ada.
Pasang Sungai Musi: Faktor eksternal dari luapan air sungai yang menghambat laju pembuangan air dari daratan.
Saat ini, tim di lapangan tengah difokuskan pada pengerukan sedimen dan normalisasi saluran di titik-titik prioritas tersebut guna memastikan aliran air kembali lancar.
“Permasalahan ini kompleks. Selain sedimentasi dan sampah, juga dipengaruhi pasang Sungai Musi serta curah hujan yang cukup tinggi,” tambahnya.
Untuk mengatasi hal tersebut, tim PU PR telah turun langsung ke lapangan melakukan normalisasi saluran air yang tersumbat. Hingga saat ini, dari 11 titik prioritas, lima diantaranya telah berhasil ditangani.
“Kami terus bekerja, bahkan hingga lembur malam hari. Petugas juga disiagakan di titik-titik genangan agar bisa langsung bergerak cepat saat air mulai naik,” ungkapnya.
Lebih lanjut dikatakannya, pihaknya juga sudah melakukan perbaikan penahan air di Kolam Retensi Simpang Polda yang jebol saat banjir Selasa (21/4/2026) lalu.
“Akibat penahan air jebol, genangan di Jl Demang Lebar Daun makin parah. Tapi, sekarang sudah kami perbaiki,” terangnya.
Tak hanya bekerja sendiri, Pemkot Palembang juga berkolaborasi dengan Balai Jalan Nasional dalam mempercepat penanganan banjir. Salah satu upaya yang dilakukan adalah normalisasi crossdrain di bawah jalan di kawasan cekungan DA Km 7.
11 Titik Banjir Prioritas dan Permasalahannya. Berikut 11 lokasi yang menjadi fokus penanganan beserta permasalahan utamanya:
1. Jl. Demang Lebar Daun (Simpang Polda) dan UIGM. Penyempitan aliran air di crossdrain bawah flyover serta drainase di Jalan Basuki Rahmat dan sungai jembatan parit.
2. Jl. Basuki Rahmat (depan Bank Sinarmas). Dipengaruhi pasang air Sungai Musi.
3. Jl. Kol. H. Burlian (Palimo, Siti Fatimah dan sekitarnya). Sedimentasi dan sampah dalam saluran.















