KORANEWS — Aktivis konseptual dan ikon perlawanan asal Rusia, Nadya Tolokonnikova, kembali siap mengguncang tatanan global. Pendiri kolektif feminis radikal Pussy Riot ini baru saja membahas proyek paling ambisius dalam karier musiknya: sebuah album debut penuh bertajuk CYKA.
Dalam wawancara blak-blakan terbarunya, Tolokonnikova mendeskripsikan album ini sebagai karya yang “berani dan kurang ajar” (audacious), sekaligus menegaskan bahwa misinya tidak pernah berubah sejak hari pertama ia turun ke jalan.
“Saya ingin membuat masalah. Saya ingin memicu kegaduhan,” ujar Tolokonnikova tanpa ragu. “Bagi saya, musik adalah senjata, dan album ini adalah cara saya untuk terus mengusik mereka yang berada di tampuk kekuasaan.”
Arti di Balik Judul CYKA
Judul album CYKA (kata makian dalam bahasa Rusia yang sering diterjemahkan sebagai ‘jalang’) sengaja dipilih oleh Nadya untuk merebut kembali (reclaim) kata peyoratif yang kerap digunakan untuk merendahkan perempuan yang vokal dan menolak untuk tunduk.
Lewat album ini, ia mengubah kata makian tersebut menjadi sebuah simbol kekuatan, kemarahan yang terarah, dan pembebasan diri. Musik di dalam album ini menjanjikan perpaduan distopia yang pekat antara heavy industrial beats, punk mentah, dan pop eksperimental elektronik yang agresif.















