KORDANEWS — Sakit lutut atau dengkul sering kali dianggap sebagai masalah kesehatan yang hanya menyerang lansia. Faktanya, mobilitas yang tinggi, intensitas olahraga yang keliru, hingga kebiasaan sehari-hari yang sepele kini membuat kelompok usia produktif semakin rentan mengalami nyeri sendi ini.
Lutut merupakan salah satu sendi terbesar dan paling kompleks pada tubuh manusia yang menopang hampir seluruh berat badan kita. Sebelum nyeri lutut datang dan membatasi ruang gerak Anda, para pakar kesehatan menganjurkan 7 cara efektif untuk mencegah kerusakan sendi lutut sejak dini:
1. Menjaga Berat Badan Ideal
Hubungan antara berat badan dan kesehatan lutut bersifat linier. Setiap kali Anda melangkah, berlari, atau menaiki tangga, lutut menerima tekanan berkali-kali lipat dari bobot tubuh asli. Dengan menjaga berat badan tetap stabil dan ideal, Anda secara otomatis memotong risiko pengikisan bantal sendi (osteoartritis) secara signifikan di masa depan.
2. Memperkuat Otot Penopang Paha
Jangan hanya fokus pada sendi, perhatikan juga otot di sekitarnya. Otot paha depan (quadriceps) dan paha belakang (hamstring) berfungsi sebagai shockbreaker atau penyerap benturan alami tubuh. Jika otot-otot ini kuat, beban mekanis saat Anda bergerak akan diredam oleh otot, bukan langsung menghantam sendi lutut. Latihan seperti squat ringan atau bersepeda sangat disarankan.
3. Jangan Melewatkan Pemanasan dan Peregangan
Banyak cedera lutut terjadi akibat transisi mendadak dari kondisi diam ke aktivitas intens. Pemanasan sebelum berolahraga berfungsi memicu produksi cairan sinovial (pelumas alami sendi) agar lutut tidak “kering” saat bergesekan. Sementara itu, pendinginan setelah aktivitas mencegah otot memendek dan kaku, yang bisa menarik tempurung lutut keluar dari jalur alaminya.















