Entertainmentmovie

Review ‘Moana’ Live-Action: Akting Dwayne Johnson Dikritik ‘Autopilot’ dalam Remake yang Hambar

×

Review ‘Moana’ Live-Action: Akting Dwayne Johnson Dikritik ‘Autopilot’ dalam Remake yang Hambar

Sebarkan artikel ini

Di sisi lain, meski berlabel live-action, film ini nyatanya sangat bergantung pada efek visual komputer (CGI). Mulai dari latar lautan, monster kepiting Tamatoa, hingga ayam ikonik Heihei, semuanya dibuat secara digital. Efeknya, film ini terasa seperti animasi tiruan dengan kualitas yang lebih rendah, alih-alih sebuah film nyata yang megah.

Catherine Lagaʻaia Jadi Juru Selamat

Di tengah badai kritik, penampilan aktris pendatang baru Catherine Lagaʻaia sebagai Moana menjadi titik terang. Lagaʻaia panen pujian karena memiliki pesona yang hangat dan vokal yang luar biasa indah saat membawakan lagu-lagu ikonik karya Lin-Manuel Miranda, seperti “How Far I’ll Go”.

Penampilan emosional Rena Owen sebagai Grandma Tala juga dinilai berhasil menyelamatkan beberapa adegan penting agar tetap terasa menyentuh hati.

Kesimpulan: Lebih Baik Tonton Versi Animasi

Secara keseluruhan, Moana live-action dianggap sebagai proyek korporat yang dipaksakan dan datang terlalu cepat—hanya berselang sepuluh tahun dari film pertamanya.

Bagi Anda yang merindukan petualangan di samudra Motunui, para pengamat film menyarankan satu hal: Simpan uang tiket bioskop Anda, dan saksikan saja kembali versi animasi originalnya yang jauh lebih sempurna di rumah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *