Mengapa Marvel Butuh Durasi Hampir 3 Jam?
Bagi para kritikus dan pengamat film, keputusan Marvel Studios untuk memberikan durasi yang cukup panjang ini dinilai sangat logis dan bahkan krusial. Ada dua tantangan berat yang harus diselesaikan oleh Russo Bersaudara dalam film ini:
- Memperkenalkan Doctor Doom (Robert Downey Jr.): Kembalinya Robert Downey Jr. ke MCU bukan lagi sebagai Iron Man, melainkan sebagai sang penjahat ikonik Victor von Doom (Doctor Doom). Marvel harus memberikan penjelasan narasi yang sangat kuat, emosional, dan masuk akal secara konsep multiverse agar transisi karakter ini tidak terasa dipaksakan bagi para penggemar lama.
- Menyatukan Karakter yang Terpecah: Sejak Fase 4 dan Fase 5 dimulai, karakter-karakter baru dan lama menyebar ke berbagai sudut semesta yang berbeda (mulai dari dunia sihir, kosmik, hingga dimensi kuantum). Avengers: Doomsday bertugas menarik kembali benang-benang merah tersebut ke dalam satu wadah konflik yang padat sebelum nantinya memuncak di Avengers: Secret Wars.
Angka yang Masih Bisa Berubah
Meskipun durasi 165 menit ini sudah mulai masuk ke sistem bioskop menjelang peluncuran tiket presale, laporan internal menyebutkan bahwa durasi ini belum sepenuhnya dikunci (not locked).
Proses pascaproduksi, penyuntingan efek visual (VFX), dan pemotongan adegan minor masih terus berlangsung di studio Marvel. Namun, para pelaku industri bioskop meyakini jika ada perubahan, angkanya tidak akan bergeser jauh—paling banyak hanya bertambah atau berkurang sekitar 3 hingga 5 menit saja dari draf yang ada saat ini.
Bagi kamu yang sudah tidak sabar menyaksikan kembalinya para Avengers ke layar lebar, siapkan fisik dan konsentrasi tinggi untuk duduk manis di bioskop selama hampir tiga jam penuh. Bagaimana menurutmu, apakah durasi ini sudah cukup pas untuk memuaskan dahaga rindu para penggemar Marvel?















