KORDANEWS— Drama bursa transfer musim panas 2026 memasuki babak paling krusial. Manchester City dikabarkan belum sepenuhnya mengibarkan bendera putih dalam upaya mereka mendaratkan gelandang bintang Chelsea, Enzo Fernández, meski tenggat waktu yang ditetapkan pihak The Blues telah terlewati.
Polemik “Deadlock” di Stamford Bridge
Ketegangan sempat memuncak pada Jumat, 14 Agustus 2026, ketika manajemen Chelsea secara resmi memberikan ultimatum kepada Manchester City. Klub asal London tersebut menuntut tawaran senilai £120 juta (sekitar Rp2,8 triliun) jika City masih berminat memboyong pemain asal Argentina tersebut.
Namun, hingga waktu yang ditentukan berakhir, Manchester City tidak kunjung mengajukan penawaran resmi. Situasi ini sempat membuat publik meyakini bahwa transfer tersebut telah batal. Pihak Chelsea bahkan mencoba meredam spekulasi dengan mengunggah video latihan Enzo Fernández ke media sosial, sebagai sinyal bahwa sang pemain tetap menjadi pilar utama di bawah asuhan pelatih mereka untuk musim 2026/2027.
Ambisi Enzo Maresca di Balik Layar
Meskipun terlihat tenang di depan publik, di balik layar, Manchester City dikabarkan masih terus memantau situasi. Manajer Manchester City, Enzo Maresca, disebut-sebut sebagai otak di balik ketertarikan ini. Kedekatan hubungan kerja antara keduanya saat masih di Chelsea menjadi faktor utama mengapa Maresca begitu ngotot ingin membawa Enzo ke Etihad Stadium.
Bagi City, Enzo Fernández dianggap sebagai potongan teka-teki terakhir untuk memperkokoh lini tengah mereka yang menghadapi tantangan berat di kompetisi Eropa musim depan.















