Berdasarkan keterangan kepolisian setempat yang dikutip media lokal, indikasi sementara menunjukkan bahwa kasus massal ini erat kaitannya dengan konsumsi alkohol berlebihan serta dugaan penggunaan zat terlarang di kalangan penonton. Sebagian besar kasus pingsan terjadi dalam kurun waktu 30 menit terakhir sebelum pertunjukan usai, yang diduga seiring dengan semakin padatnya kerumunan dan kondisi fisik penonton yang mulai kelelahan.
Pihak penyelenggara hingga kini belum memberikan pernyataan resmi terkait dugaan tersebut, namun aparat penegak hukum telah membuka penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti dan menelusuri kemungkinan adanya pelanggaran hukum yang terjadi di lokasi acara.
Keadaan Terkini
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan adanya korban jiwa. Kondisi ke-14 orang yang dilarikan ke rumah sakit dilaporkan stabil dan tidak ada yang dalam keadaan kritis. Yang menarik, pertunjukan The Chainsmokers sendiri tetap berjalan hingga selesai dan tidak dihentikan meskipun terjadi kekacauan medis di area penonton.
Hingga saat ini, pihak manajemen The Chainsmokers juga belum mengeluarkan pernyataan apa pun terkait insiden tersebut. Penyelidikan masih terus berlangsung untuk mengetahui rincian lengkap dan memastikan apakah ada faktor lain yang turut menyebabkan peristiwa ini.















