Namun, Stallone tidak menggambarkan dirinya sebagai seorang pecandu steroid. Ia justru menekankan bahwa penggunaan tersebut merupakan bagian dari obsesinya untuk mempertahankan kondisi fisik tertentu.
Mengaku Tubuhnya Membayar Harga Mahal
Di usia 80 tahun, Stallone kini melihat kembali keputusan yang diambilnya pada masa kejayaan Rocky dan Rambo dengan perspektif berbeda.
Ia mengatakan telah “menyalahgunakan” tubuhnya selama bertahun-tahun demi mempertahankan citra fisik sebagai bintang film aksi. Menurut pengakuannya, proses tersebut membawa konsekuensi fisik yang berat.
Stallone menyebut dirinya telah menjalani sembilan operasi punggung, dua operasi bahu, dan tiga operasi fusi leher. Ia mengatakan pengalaman tersebut membuatnya menyadari bahwa mengejar kondisi fisik ekstrem memiliki harga yang sangat mahal.
Cop Land Menjadi Titik Perubahan
Salah satu titik perubahan dalam hubungan Stallone dengan tubuhnya terjadi ketika ia membintangi film Cop Land pada 1997.
Dalam film tersebut, Stallone justru memainkan karakter yang tidak memiliki fisik seperti Rocky atau Rambo. Karakternya digambarkan lebih berat dan tidak menjadi sosok paling kuat di dalam ruangan.
Stallone mengatakan pengalaman tersebut memberinya semacam kebebasan dari tekanan untuk selalu tampil sangat berotot dan atletis.
Kini, meski masih menjaga kebugaran, Stallone mengaku memiliki pandangan yang berbeda terhadap masa lalunya. Ia mengatakan jika mendapat kesempatan mengulang semuanya, ia akan memilih untuk tidak melakukan begitu banyak aksi berbahaya sendiri.
Pengakuan terbaru ini memperlihatkan sisi lain dari proses membangun tubuh seorang bintang film aksi. Di balik fisik Rocky Balboa yang kemudian menjadi salah satu ikon terbesar Hollywood, terdapat latihan ekstrem, pola makan yang sangat ketat, penggunaan steroid yang kini diakui Stallone, serta konsekuensi fisik yang menurut pengakuannya terus ia rasakan hingga usia lanjut.
Catatan: Berdasarkan pengakuan Stallone, penggunaan steroid memang diakui. Namun, menyebutnya “ketergantungan steroid” tidak sepenuhnya tepat karena ia tidak secara eksplisit mengatakan dirinya mengalami ketergantungan atau kecanduan steroid. Yang ia gambarkan secara jelas adalah obsesi ekstrem terhadap kondisi tubuh dan kebugaran serta dampak fisiknya.















