“Menurut keterangan orang banyak, budaya membuka lahan pertanian dengan membakar lahan itu sudah ada sejak lama. Ini yang harus diubah. Jangan sampai dengan gaya ingin cepat, tetapi merugikan orang banyak, termasuk kesehatan,” tegasnya.
Karena itu, ia meminta sosialisasi mengenai bahaya dan dampak pembakaran lahan terus digencarkan hingga tingkat desa. Perubahan pola dan kebiasaan masyarakat dinilai menjadi bagian penting dari upaya pencegahan karhutla secara berkelanjutan.
Herman Deru berharap keterlibatan masyarakat dalam pengawasan dapat mempersempit ruang bagi oknum yang sengaja melakukan pembakaran lahan.
Informasi dari masyarakat, khususnya warga yang tinggal di sekitar wilayah rawan, dinilai penting untuk membantu aparat mengungkap pelaku secara tepat.
Pemerintah, lanjutnya, tidak hanya akan mengandalkan pemadaman ketika api sudah muncul, tetapi juga memperkuat langkah pencegahan dengan melibatkan masyarakat sebagai bagian dari sistem pengawasan di lapangan.
“Yang penting benar-benar bisa membuktikan,” tandas Herman Deru.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya bersama Pemprov Sumsel dan Pemkab OKI untuk menekan karhutla sekaligus mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan lahan, terutama di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan kebakaran tinggi.















