Sumsel

Gubernur Herman Deru Siapkan Hadiah Rp15 Juta bagi Warga yang Berhasil Ungkap dan Buktikan Pelaku Pembakaran Lahan

×

Gubernur Herman Deru Siapkan Hadiah Rp15 Juta bagi Warga yang Berhasil Ungkap dan Buktikan Pelaku Pembakaran Lahan

Sebarkan artikel ini

KORDANEWS – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru memberikan perhatian serius terhadap upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Salah satu langkah tegas yang ditawarkan yakni memberikan hadiah total Rp15 juta bagi masyarakat yang berhasil menemukan dan membuktikan pelaku pembakaran lahan.

Hadiah tersebut berasal dari Gubernur Sumsel sebesar Rp10 juta dan tambahan Rp5 juta dari Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki. Sayembara ini ditujukan untuk mendorong keterlibatan masyarakat dalam mengungkap praktik pembakaran lahan yang menjadi salah satu pemicu karhutla.

“Saya bilang tadi saat rapat bersama Kades dan Camat dan masyarakat, siapa yang bisa menemukan pelaku yang membakar lahan, saya kasih hadiah Rp10 juta. Pak Bupati Rp5 juta. Jadi Rp15 juta bagi orang yang benar-benar bisa membuktikan orang ini membakar,” tegas Herman Deru.

Menurut Herman Deru, pemberian apresiasi tersebut bukan semata-mata persoalan hadiah, tetapi merupakan bagian dari upaya membangun kepedulian masyarakat untuk bersama-sama mencegah karhutla. Warga diharapkan tidak hanya menjadi penerima dampak, tetapi juga ikut berperan aktif memberikan informasi kepada pihak berwenang dengan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.

Herman Deru juga mengapresiasi kerja keras Pemkab OKI dalam menangani persoalan karhutla. Menurutnya, tantangan penanganan karhutla di OKI tidak ringan mengingat wilayahnya sangat luas dan memiliki karakteristik lahan yang didominasi rawa gambut.

“Saya sangat merespons kerja keras Bupati sekaligus mengapresiasi. Kita tahu OKI ini kabupaten yang super luas, sekitar 19.000 kilometer persegi. Saya bayangkan ada kabupaten yang luasnya 600 kilometer persegi, artinya ini seperti 30 kabupaten yang luasnya 600 kilometer persegi, yang ada dalam satu kabupaten (OKI),” ujarnya.

Ia menambahkan, sekitar 70 persen wilayah OKI merupakan rawa gambut. Kondisi tersebut membuat penanganan karhutla membutuhkan kerja sama seluruh pihak, mulai dari pemerintah, aparat, hingga masyarakat di tingkat desa.

Di sisi lain, Herman Deru menilai masih terdapat kebiasaan masyarakat membuka lahan pertanian dengan cara membakar. Kebiasaan yang telah berlangsung lama tersebut, menurutnya, harus perlahan diubah karena dampaknya dapat merugikan masyarakat secara luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *