Kandungan elektrolit atau garam dalam air mata juga memiliki tingkat konsentrasi yang hampir setara dengan cairan tubuh lainnya, seperti darah dan keringat.
Elektrolit ini diperlukan oleh tubuh untuk memicu impuls listrik kecil. Sinyal listrik inilah yang memungkinkan sel-sel di sekitar kelopak mata saling berkomunikasi, mengontrol pergerakan otot mata, serta memastikan permukaan bola mata tetap terhidrasi dengan sempurna tanpa mengalami kekeringan.
Tingkat Keasinan Berbeda Sesuai Jenis Air Mata
Uniknya, para peneliti menemukan bahwa tingkat keasinan air mata dapat bervariasi tergantung pada pemicu atau jenis air mata yang keluar dari mata manusia:
- Air Mata Basal dan Refleks: Merupakan air mata yang diproduksi setiap hari untuk melembapkan mata atau ketika merespons gangguan luar seperti asap, debu, dan bawang. Air mata jenis ini memiliki kadar garam lebih tinggi demi memberikan perlindungan medis ekstra pada permukaan mata.
- Air Mata Emosional: Air mata yang menetes saat seseorang merasakan emosi mendalam seperti sedih, terharu, atau bahagia. Air mata jenis ini memiliki kadar air lebih banyak dan konsentrasi garam lebih rendah, namun diperkaya oleh hormon stres (ACTH) serta senyawa pereda nyeri alami (leusin-enkephalin) yang dikeluarkan tubuh untuk meredakan ketegangan mental.
Rasa asin pada air mata membuktikan betapa canggihnya sistem pertahanan tubuh manusia, di mana tetesan sederhana sekalipun dirancang secara presisi oleh alam untuk melindungi kesehatan mata kita.















