2019, BBPJN Bangun 4 Jembatan Gantung Baru di Sumsel

KORDANEWS – Empat jembatan gantung baru akan dibangun oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah V Sumatera Selatan (Sumsel) di tahun 2019.

Kepala BBPJN Wilayah V Sumsel, Saiful mengatakan jembatan gantung yang akan di bangun diantaranya, anak Sungai Komering, Jembatan Sungai Babatan di OKI, Jembatan gantung Desa Gantung OKU Timur dan Jembatan gantung Baturaja Bungit di OKU Timur.

Selain itu keempat jembatan gantung tersebut telah dianggarkan di anggaran tahun depan. Dimana keempat jembatan gantung tersebut hanya diperuntukan bagi lalu lintas manusia dan kendaraan roda dua saja.

“Selama ini tidak ada akses penghubung. Warga harus memutar jauh. Diharapkan pembangunan jembatan ini membuat akses menjadi lancar,” ujarnya, Senin (12/11).

Selanjutnya tahun depan BBPJN Wilayah V memfokuskan untuk melakukan reservasi jalan dan jembatan yang memiliki status nasional. Anggaran di 2019 nantinya diproyeksikan untuk pemeliharaan dan tidak ada pelebaran ataupun penambahan jalan baru.

Pekerjaan perbaikan dan pemeliharaan jalan serta jembatan di Sumsel 2019 mendatang terdiri dari 61 paket pekerjaan. Proses lelang sudah dilakukan bulan ini. Dimana sebanyak 42 paket dilelang November. Lalu, Desember 18 paket pekerjaan dan Januari sebanyak satu paket pekerjaan.

“Semuanya perbaikan dan pemeliharaan. Didominasi pekerjaan long segmen. Tidak ada pelebaran jalan ataupun pembangunan jalan baru,” ungkap Saiful.

Ia pun menambahkan, pada tahun 2019 juga pihaknya bakal menerapkan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) terhadap 6 ruas jalan sepanjang 29,87 km di wilayah Sumsel.

Keenam ruas jalan diantaranya Jalan Srijaya Raya 6,3 km, Jalan Mayjen Yusuf Singadekane 5,2 km, Jalan Letjen H Alamsyah Ratu Perwiranegara 3,15 km, Jalan Soekarno-Hatta 8,32 km, Jalan Akses Terminal Alang-alang Lebar 4 km dan Jalan Sultan Mahmud Badarudin II 2,9 km.

Baca Juga :   Sebelum Mudik, Baca Tips Perawatan Motor dari Honda Ini

“Anggaran yang disediakan untuk kontrak kerjasama tersebut sebesar Rp728 miliar dengan masa konsesi selama 15 tahun,” jelas dia. (Ab).

Editor : mahardika

ekonomi

Related Post

Leave a reply

Loading...