Pemberian Insentif Beras bagi ASN, Pemprov Sumsel Kucurkan Anggaran Rp 43 Miliar

KORDANEWS – Pemprov Sumsel akan segera merealisasikan pemberian insentif berupa beras bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan honorer yang ada di lingkungan Pemprov Sumsel. Bahkan Pemprov telah menganggarkan Rp. 34 Miliar per tahun dan disrahkan kepada Perum Bulog Divre Sumbagsel untuk pendistribusian.

“Saat ini program beras ASN tengah dirampungkan segala persiapan. Setelah MoU maka beras akan segera didistribusikan kepada 15.086 ASN, “kata Kepala Biro Perekonomian Pemprov Sumsel, Afrian Joni

Selain itu, dirinya mengungkapkan insentif beras ini full didanai oleh Pemprov Sumsel melalui dana APBD. Sesuai dari data BKD dan BPKAD untuk ASN yang akan mendapatkan insentif beras ini sebanyak 15,086 orang.

“Nantinya setiap bulan akan kita evaluasi. Untuk saat ini masih dibahas soal perjanjian kerjasama dengan Bulog. Nanti kalau sudah tanda tangan kerjasama baru direalisasikan, harapanya secepatnya,” katanya.

Sementara itu, Kepala Perum Bulog Divre Sumsel Babel Yusuf mengatakan, pihaknya dan provinsi tengah menyelesaikan proses administrasi. Setelah itu, akan dilanjutkan dengan Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama.

“Setelah semua selesai maka program berjalan dan beras di distribusikan kepada para ASN, ” katanya.

Menurutnya, beras tersebut akan diperuntukkan kepada 15 ribu pegawai dengan alokasi 20 kg per bulan untuk ASN yang sudah berkeluarga dan 10 kg untuk ASN yang belum berkeluarga. Total beras yang di gelontorkan mencapai 260 ton per bulan,

“Saat ini, kami menunggu dari pemerintah dan pada prinsipnya kaminsudah siap. Bahkan kalau secara administratif dan PKS sudah siap akan segera jalan, ” sebutnya.

Distribusi akan dilakukan di OPD masing masing. Selain pihaknya pula akan mendistribusikan beras untuk ASN yang berada di daerah.

Baca Juga :   Tiga Pelaku Ditangkap Dua Diantaranya Pelajar Terlibat Peredaran Narkoba

“Kami akan datang ke kantor kantor dan program ini berdasarkan kesepakatan bersama sepanjang 2019, terkait tahun berikutnya kita akan lihat dulu dan evaluasi,” sebutnya.

Tentunya, sambung dia, kebijakan tersebut akan berdampak baik kepada para petani di Sumsel sebab beras petani akan terserap sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani. Begitupun kepada ASN

“kalau untuk berasnya berasal dari seluruh daerah di Sumsel, mulai dari OKU timur, Banyuasin dan daerah lainnya,

Hasil penyerapan tahun ini 70 ribu salah saat nya pemenuhan beras untuk ASN, beras rasta untuk Sumsel Babel 2700 kg per bulan sedangkan Bantuan Pangan Non Tunai sifatnya diserahkan kepada mekanisme pasar.

“Selain itu, penyerapan beras melalui pangan kita, pasar murah dan bazzar, juga Stok beras di gudang 28 ribu ton dan rencananya pada Mei tidak ada lagi beras rastra,”tutupnya. (Ab)

editor : Chandra

beras sumsel

Related Post

Leave a reply

Loading...