Besoknya, Kim ke polisi. Mereka tidak menemukan jejak obat di darahnya, tetapi jaksa mengatakan hal itu adalah biasa. Narkoba yang biasa dipakai untuk melumpuhkan korban adalah GHB atau Gamma-Hydroxybutyrate obat bius keras yang tidak terlihat lagi di tubuh setelah beberapa jam.
“Untunglah saya sadar ketika hal itu terjadi dan dapat menggambarkan sepenuhnya pengalaman saya” katanya.
Dia menemukan di internet bahwa perempuan lain yang meyakini diri mereka dibius dan diperkosa setelah mengunjungi kelab di Gangnam, tidak mengingat kejadian yang dialami.
Pengusaha tersebut ditemukan dan ditanyai, tetapi dia dengan tegas mengatakan dirinya tidak bersalah. Dia mengatakan kepada BBC, Kim tidak pingsan. Dia tidak memperkosa, menyerang secara seksual atau fisik, dan rekaman CCTV memperlihatkan Kim secara sukarela meninggalkan kelab dengannya dan jalan ke hotel.
Penyelidikan masih berlangsung.
`Penyangkalan dan mundur`
Dalam beberapa bulan terakhir, polisi telah menanyai hampir 4.000 orang, memusatkan perhatian pada dugaan narkoba, prostitusi, serangan seksual dan rekaman ilegal. Pihak yang ditanyai di antaranya adalah sejumlah selebriti pria K-pop.
Seungri – nama sebenarnya Lee Seung-hyun – yang telah mundur dari bisnis pertunjukan, menyangkal dirinya pernah menggunakan PSK.
Kontroversi berlanjut dengan pengunduran diri pimpinan perusahaan hiburan besar Korea Selatan – Yang Hyun-suk, yang berada di belakang Gangnam Style yang viral dan populer.
Dia menyangkal melakukan kesalahan, tetapi mengatakan dirinya tidak bisa lagi menghadapi tuduhan yang “memalukan” terkait dengan keterlibatannya dalam skandal narkoba sehingga dia mengundurkan diri.
Berbagai tuduhan ini mendorong sejumlah pihak lain untuk berbicara. Orang-orang yang kami ajak bicara adalah bagian tidak terpisahkan dari kehidupan kelab Seoul. Mereka menceritakan budaya eksploitasi yang terjadi, dimana mendapatkan perempuan sebagai gratifikasi seksual bisa dikatakan suatu kebiasaan bagi sejumlah klien kaya.
`Perempuan cantik yang seksi adalah mangsa`
Pelacuran adalah ilegal di Korea Selatan, tetapi perdagangan seks menjamur dan diperkirakan bernilai sekitar US$13 miliar atau Rp183 triliun per tahun. Tidak terjadi kelangkaan PSK, bagi orang-orang yang memerlukan layanan ini.
Tetapi seorang klien kaya mengatakan kepada kami bahwa pria yang dia kenal tidak menginginkan PSK. Dia membandingkan pelacur dengan perempuan biasa sama dengan “mobil bisnis dibandingkan dengan kendaraan Anda sendiri”.
“Anda tidak bisa menyentuh perempuan biasa semudah itu. Ada rasa keberhasilan jika Anda berhasil mendapatkan sesuatu yang tidak seorang pun bisa dapatkan.”
Kami menanyakan apakah berhubungan seksual dengan perempuan yang tidak bisa memberikan izin sama dengan perkosaan
“Perempuan normal yang minum biasanya tidak akan menanggalkan pakaian dalamnya? Jadi apa yang laki-laki lakukan? Dia menjawab. “Mereka berusaha membuatnya mabuk, tetapi mereka menolak. Apa yang dapat Anda lakukan?
“Anda mengatakan dengan polos bahwa `Saya di sini hanya ingin berdansa. Tetapi apakah orang akan mengizinkan Anda hanya berdansa? Ini adalah sebuah hutan. Bisa saja Anda di sini hanya untuk melihat-lihat. Tetapi di sini ada buaya, singa dan kadal yang akan memangsa. Perempuan cantik yang seksi adalah mangsa.”
Editor :John.W















