Sebagai gambaran, anak Anda akan cepat merasa kenyang setelah makan satu buah apel berukuran besar. Apel mengandung 23 gram gula, dengan 13 gram berbentuk fruktosa. Coba bandingkan dengan sekaleng minuman bersoda.
Minuman ini mengandung 52 gram gula, 30 gram diantaranya berbentuk frutosa tanpa diimbangi dengan kandungan nutrisi lain di dalamnya. Akibatnya anak tidak merasa kenyang hanya dengan minum soda.
Asupan gula yang berlebihan memang berbahaya bagi kesehatan. Namun, gula yang dimaksud adalah gula berbentuk sukrosa atau sirup fruktosa yang terdapat pada pemanis tambahan. Sedangkan gula fruktosa yang terkandung dalam buah lebih aman dikonsumsi dalam jumlah banyak.
Tips makan buah untuk mengoptimalkan kesehatan anak
Anda dapat membiarkan si kecil mencoba berbagai jenis buah tanpa perlu merasa cemas konsumsinya akan berlebihan. Cukup pastikan bahwa ia mengonsumsi buah-buahan segar melalui tips berikut:
-Berikan si kecil buah-buahan dalam bentuk utuh, bukan jus. Jus buah memang praktis dan terasa lezat, tapi minuman ini mengandung gula tambahan yang tidak diperlukan.
-Jika anak Anda ingin mengonsumsi jus buah, maka buatlah sendiri tanpa memberikan gula ataupun krimer kental manis.
-Cucilah buah-buahan sebelum dikonsumsi untuk mencegah kontaminasi bakteri dan pestisida.
-Awasi anak balita saat makan buah, terutama bila buah bertekstur keras karena dapat memicu tersedak.
-Simpanlah berbagai macam buah di rumah agar anak Anda bisa menjadikannya sebagai camilan sehat.
Semua jenis buah mengandung nutrisi yang menyehatkan. Maka dari itu, variasi sangatlah penting. Kenalkan anak Anda pada berbagai macam buah-buahan agar ia tidak hanya makan satu jenis buah yang sama. Hal ini juga berguna untuk menghemat biaya karena beberapa jenis buah memiliki harga yang mahal di luar musimnya.
Editor :John.W















