KORDANEWS — Sylvester Stallone kembali mengungkap sisi gelap di balik penampilannya yang ikonik sebagai Rocky Balboa. Aktor Hollywood tersebut mengaku pernah menggunakan steroid ketika menjalani persiapan fisik untuk Rocky III dan mengatakan obsesinya terhadap bentuk tubuh saat itu berkembang menjadi masalah serius.
Pengakuan tersebut disampaikan Stallone dalam wawancara dengan The New York Times yang dipublikasikan pada 26 September 2026. Dalam wawancara itu, ia membicarakan hubungannya dengan tubuhnya sepanjang karier, termasuk tuntutan fisik ketika memerankan Rocky dan Rambo.
Tubuh Rocky Dibentuk Secara Ekstrem
Stallone mengatakan dirinya mulai melihat tubuh sebagai bagian penting dari karakter yang dimainkan. Rocky pada awalnya digambarkan sebagai petinju dengan tubuh yang relatif normal. Namun, seiring perkembangan film, ia merasa karakter tersebut harus memiliki penampilan yang semakin atletis dan berotot.
Untuk Rocky III, yang dirilis pada 1982, proses tersebut dilakukan secara ekstrem.
Stallone mengungkapkan bahwa kadar lemak tubuhnya pernah turun hingga 2,6 persen. Ia juga mengatakan obsesinya terhadap kondisi fisik tersebut membuat pola makannya menjadi tidak sehat.
“Saya sampai mengalami bulimia,” ungkap Stallone dalam wawancara tersebut.
Menurut Stallone, ia begitu terobsesi mempertahankan tingkat kebugaran tersebut sampai mengalami kesulitan mempertahankan makanan di dalam tubuh. Ia menggambarkan periode tersebut sebagai bentuk obsesi yang sangat buruk terhadap tubuh dan kondisi fisiknya.
Mengaku Menggunakan Steroid
Dalam wawancara yang sama, Stallone kemudian ditanya secara langsung apakah dirinya menggunakan steroid untuk mendapatkan bentuk tubuh tersebut.
Jawabannya tegas. Stallone mengakui bahwa ia memang menggunakan steroid dan mengatakan penggunaannya dilakukan dalam siklus sekitar enam minggu menggunakan dan enam minggu berhenti.
Pengakuan tersebut menjadi bagian penting dari cerita Stallone mengenai bagaimana dirinya mengejar bentuk tubuh yang dianggap sesuai dengan tuntutan peran film.
Ia juga mengatakan bahwa menurut pengalamannya, mempertahankan kondisi fisik ekstrem selama berbulan-bulan bukan sesuatu yang mudah dilakukan hanya dengan latihan dan pola makan.















