Home Nusantara Penyalahgunaan Ruang Digital, Pemerintah Utamakan Restorative Justice

Penyalahgunaan Ruang Digital, Pemerintah Utamakan Restorative Justice

kordanews – Menteri Komunikasi dan Informatika atau Menkominfo Johnny G. Plate menyampaikan ruang digital saat ini jadi peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan produktifitas. Namun, ia mengakui dalam praktiknya ruang digital kerap disalahgunakan.

Menurut dia, untuk mencegah penyalahgunaan di ruang digital, pemerintah melakukan penegakan hukum dengan mengutamakan pendekatan restorative justice. Selain itu, perlu juga dengan peningkatan kecakapan digital. Bagi Johnny, KUHP yang mesti ada di ruang fisik juga diperlukan di lingkup digital.

“Kita mengutamakan selalu di dalam penegakan hukum. Tapi ,tetap saja saat ini untuk masyarakat kita butuhkan pendekatan restorative justice sebelum ultimum remedium itu ditetapkan,” kata Johnny, dalam keterangannya,

Dia mengatakan, mengajak masyarakat untuk produktif secara positif di ruang digital bukan hal yang mudah. Namun, ia menyampaikan pihaknya sudah mengambil inisiatif dengan menghadirkan deretan program kecakapan digital dari tingkat dasar, menengah dan atas. “Ruang digital menuntut kita supaya cakap digital, tapi faktanya kita punya tantangan yang besar terkait dengan kecakapan digital itu tersendiri,” jelas politikus Nasdem tersebut.

Johnny bilang untuk tingkat dasar seperti mempersiapkan empat kurikulum khusus di antaranya digital skills, digital ethich, digital safety dan digital culture. “Digital ethics ini nanti yang berkaitan dengan hoaks, misinformasi dan disinformasi,” sebut eks Anggota DPR tersebut. Pun, ia menyebut kecakapan digital tingkat dasar dibangun lewat gerakan nasional literasi digital yang menjangkau masyarakat di tanah air. Menurut dia, selama 2021, Kementerian Kominfo sudah melakukan kegiatan basic digital skills atau literasi digital dengan sasaran sebanyak 12,5 juta rakyat di seluruh Indonesia.

“Ini juga untuk mendorong agar rakyat, ibu-ibu, oma-oma, tante-tante, om-om di kampung-kampung yang bergerak di bidang UMKM dan ultra mikro bisa digitally on boarding, bisa ikut bermigrasi untuk menjadi UMKM, ultra mikro digital,” ujarnya. Kemudian, untuk meningkatkan digital skills demi mendorong UMKM onboarding, Kemenkominfo dan Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi sudah menggelar pelatihan literasi digital tingkat dasar secara masif.

“Saat ini ada sekitar 64 juta UMKM dan sebagai penopang 60 persen dari GDP nasional, tetapi sangat sedikit di antaranya yang sudah digital on boarding,” lanjut Johnny.

“Sudah lebih dari 15 juta (UMKM onboarding) sampai dengan akhir tahun 2021 ini, kita harapkan nanti sampai tahun 2024 setengah dari UMKM kita ini sudah digital onboarding dan scale up,” sebutnya.

Editor : Admin.

Tirto.ID
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here