Pada kesempatan tersebut, Herman Deru juga menyampaikan ucapan selamat Hari Ulang Tahun ke-1343 Kota Palembang. Ia berharap kota tertua di Indonesia itu terus berkembang menjadi kota yang semakin maju, nyaman, sehat, dan membanggakan bagi seluruh warganya.
“Yang harus kita panjangkan dan kita lebarkan adalah kebahagiaan karena kita memiliki ibu kota provinsi yang sangat membanggakan. Selamat ulang tahun ke-1343 Kota Palembang. Semoga selalu dalam lindungan Allah SWT dan terus maju sesuai harapan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Palembang H. Ratu Dewa mengatakan keberhasilan peluncuran CFD merupakan hasil dari proses panjang yang telah melalui berbagai tahapan uji coba dan evaluasi.
Menurutnya, setiap masukan dan tantangan yang muncul selama masa uji coba menjadi bahan penyempurnaan sehingga program tersebut dapat dilaksanakan dengan lebih baik.
“Momentum ini bukan perjalanan yang lahir dalam semalam. Berbagai uji coba, evaluasi, hingga tantangan teknis, lalu lintas, keamanan, dan kenyamanan masyarakat telah kita lalui bersama. Dari setiap uji coba lahir keyakinan bahwa Palembang siap,” ujar Ratu Dewa.
Ia menegaskan keberhasilan pelaksanaan CFD membuktikan bahwa sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat mampu mewujudkan program yang memberikan manfaat luas bagi warga.
Dalam kesempatan tersebut, Ratu Dewa menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kepolisian Daerah Sumatera Selatan, Polrestabes Palembang, serta seluruh pihak yang terlibat dalam proses persiapan hingga peluncuran CFD.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru yang dinilainya terus memberikan dukungan terhadap berbagai program pembangunan Kota Palembang.
“Bahkan peluncuran ini kami sesuaikan waktunya agar Bapak Gubernur dapat hadir secara langsung. Ini menjadi simbol kuatnya kebersamaan antara Pemerintah Kota Palembang dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam menghadirkan ruang publik yang lebih baik bagi masyarakat,” katanya.
Ratu Dewa menegaskan CFD bukan sekadar penutupan jalan bagi kendaraan bermotor, melainkan upaya membuka ruang yang lebih luas bagi masyarakat.
“Car Free Day bukan sekadar menutup jalan dari kendaraan. Car Free Day adalah membuka ruang bagi manusia, membuka ruang untuk kesehatan, kebersamaan, anak-anak bermain, pelaku UMKM berkembang, komunitas berkarya, dan membuka ruang bagi warga untuk kembali merasakan bahwa kota ini adalah milik kita bersama,” ungkapnya.
Ia menilai kehadiran CFD sejalan dengan tren kota-kota modern di dunia yang terus menghadirkan ruang publik yang sehat, humanis, dan berorientasi pada kualitas hidup masyarakat. Program CFD sendiri sebelumnya telah melalui beberapa kali uji coba dan evaluasi sebelum akhirnya diresmikan.
Ratu Dewa berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda rutin mingguan, tetapi juga mampu membentuk budaya baru di tengah masyarakat.
“Ketika ribuan warga berjalan kaki, berolahraga, bersepeda, dan menikmati udara segar di kawasan kebanggaan kita, sesungguhnya yang sedang kita bangun bukan hanya sebuah kegiatan mingguan. Yang sedang kita bangun adalah budaya hidup sehat, budaya peduli lingkungan, budaya kebersamaan, dan budaya mencintai kota sendiri,” tegasnya.
Ia optimistis peluncuran CFD akan menjadi titik awal lahirnya ruang publik yang semakin hidup, sekaligus memperkuat identitas Palembang sebagai kota yang maju tidak hanya dari sisi pembangunan fisik, tetapi juga dari kualitas hidup masyarakatnya.















