Ketika terpapar tar, rambut-rambut halus ini mengalami kerusakan hebat:
- Silia Lumpuh: Tar yang lengket akan melapisi silia sehingga mereka tidak dapat bergerak.
- Penumpukan Lendir: Karena silia lumpuh, lendir dan kotoran terjebak di dalam paru-paru. Kondisi inilah yang memicu gejala khas “batuk perokok” kronis, di mana tubuh berusaha keras mengeluarkan penumpukan lendir tersebut secara manual.
Deretan Penyakit Pernapasan Akibat Paparan Tar
Paparan tar dalam jangka panjang secara konstan merusak jaringan paru-paru dan memicu berbagai penyakit mematikan, antara lain:
- Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK): Kerusakan pada saluran napas membuat aliran udara terhambat secara permanen, menyebabkan penderita mengalami sesak napas yang parah dan menahun.
- Emfisema: Tar merusak dinding alveolus (kantung udara tempat pertukaran oksigen). Akibatnya, kantung udara pecah dan menyatu, membuat permukaan paru-paru menyusut sehingga tubuh kekurangan oksigen.
- Kanker Paru-Paru: Tar mengandung puluhan zat karsinogenik (pemicu kanker). Endapan tar yang menempel bertahun-tahun merusak DNA sel-sel paru-paru, memicu mutasi genetik yang berujung pada tumor ganas.
Menghindari paparan asap rokok—baik sebagai perokok aktif maupun perokok pasif—adalah satu-satunya cara paling efektif untuk menghentikan akumulasi tar dan memberikan kesempatan bagi paru-paru untuk membersihkan dirinya sendiri secara alami.















