“Kalau kita minta perpanjangan untuk hal yang impossible itu percuma saja, paling kita dikasih waktu 3 bulan dan itu tidak mungkin selesai. Makanya saya minta revisi lokasinya dan disetujui. Nah sekarang Ryamizard juga bersedia memberikan lahannya jadi sudah tidak ada masalah lagi,” jelasnya.
Jika ini nanti terealisasi kawasan ini kata Herman Deru akan mirip seperti Otorita Batam yang memiliki badam pengelola yang ditunjuk oleh Pemprov. Badan pengelola ini nanti bisa mengeluarkan izin terkait industri yang akan dibangun di kawasan tersebut.
Bukan itu saja KEK ini kata HD memang sudah sangat didambakan karena dipercaya akan mengurangi kemacetan. Mengingat saat ini pelabuhan utama berada di tengah kota. Jika pelabuhan ini nantinya terwujud tentu diharapkan dapat mengurangi kemacetan aktivitas pengiriman barang.
Di tempat yang sama Menhan RI Ryamizard Ryacudu mengaku sangat berharap kawasan impian tersebut segera terwujud. Seperti diketahuinya dari 12 kawasan yang sudah ditetapkan pemerintah baru 3 KEK yang terealisasi dan kegagalan pembangunan KEK diakuinya banyak terganjal masalah lahan.
“Kalau memang ini nanti jadi, berarti ini KEK ke-4. Saya berharap ini jadi, besok saya menghadap pak Presiden, saya malu kalau ini tidak jadi,” jelasnya.
Sebagai putra daerah, Ryamizard sangat senang jika di tanah kelahirannya berhasil membangun KEK dan pelabuhan besar. ” Dari zaman Belanda orang tahu Pelabuhan TAA itu pelabuhan samudera,” jelasnya.
Diapun punya banyak rencana mengenai kawasan itu, salah satunya membuat kota kecil di sekitarnya yang dapat memancing investor maupun wisatawan.
Ikut dalam rombongan Menhan RI Ryamizard Ryacudu, Irjen Kementerian Pertahanan Letjen TNI Thamrin Marzuki, Staf Khusus Menteri Pertahanan Noor Marzuki, Kasubbag Yankes Dr Lukas Nurcahyo dan Kasubbag Pimpinan Mayor CPL Dendy.
editor : red















