Fogging Bukan Solusi Utama Memberantas Nyamuk

KORDANEWS — Ternyata melakukan Fogging atau pengasapan bukan upaya utama mencegah berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti, bahkan fogging bisa membawa dampak berbahaya bagi manusia.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, Fery Yanuar mengatakan, Fogging hanya bisa bertahan tiga sampai empat hari. Setelahnya, nyamuk akan bermunculan kembali. Karena aktivitas fogging hanya membunuh nyamuk dewasa, bukan telurnya.

“Banyak yang salah anggapan kalau dengan fogging masalah nyamuk selesai dan tidak akan ada penyakit,” ujarnya.

Selain itu, fogging umumnya hanya dilakukan di area terbatas. Padahal, daya jelajah nyamuk cenderung luas. Bisa mencapai 300 meter dari lokasi ia lahir. Dengan begitu, nyamuk bisa kembali muncul dari area lain yang tidak terkena paparan pengasapan.

“Nyamuk dewasa itu sangat cerdas. Mereka bisa sembunyi di banyak tempat yang tidak terjangkau. Jadi sebaiknya dibasmi dari ketika masih bibit,” tuturnya.

Untuk itu, Ferry menejelaskan cara terbaik untuk memberantas nyamuk hingga jentik-jentiknya dengan cara terutamanya melalui gerakan 3 M atau menutup, menguras dan mendaurulang. Selain itu juga bisa dengan menerapkan satu rumah satu jumantik.

“Untuk Satu rumah satu jumantik (juru pemantau jentik) ini artinya ada satu orang yang mengawasi adanya jentik-jentik nyamuk. Jadi jika terlihat jentik-jentik nyamuk bersarang segera dibersihkan, “jelasnya.

Selain itu pihaknya menghimbau, ketika anak sakit jangan ditunda-tunda untuk dibawa ke pelayanan kesehatan. Karena untuk gejala DBD sendiri sulit diketahu jika tidak diperiksakan kesehatannya. Jangan hanya karena dipikir panas biasa makanya hanya dirawat dirumah, sebaiknya jika sakit segera dibawa ke pelayanan kesehatan.

“Kami juga menghimbau kepada masyarakat agar turut serta menjaga lingkungan sekitar. Mengingat jentik-jentik nyamuk ini bisa bersarang dimanapun. Untuk itu diharapkan peran serta masyarakat agar menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS),” pesannya. (Ab)

Baca Juga :   Sumsel Raih Gelar Provinsi Terpopuler di Media 2018

Editor : Chandra

DBD Nyamuk sumsel

Related Post

Leave a reply

Loading...