“Jika Anda mengawali tahun dengan baik, maka akan lebih mudah melakukannya. Saat Anda membuat kesalahan di awal, perebutan juara dunia akan menjadi jalan menanjak, dan itu akan membuat Anda mengambil risiko lebih banyak,” lanjut dia.
Marquez mengalami musim 2015 dengan finis di posisi lima pada balapan di Qatar. Meski kemudian bisa jadi juara pada seri kedua yang dilangsungkan di Amerika Serikat, dia gagal dapat poin ketika melankoni balapan ketiga di Argentina. Perjuangan Marquez makin sulit karena dia mengalami dua crash beruntun di Italia dan Katalunya.
“Bagaimanapun, terimakasih atas bantuan seluruh tim, benar kalau saya banyak belajar dari musim lalu untuk menghadapi situasi paling kritis, dan karena itulah saya berhasil mencetak poin-poin berharga,” katanya.
editor.Aryanto
sumber.Detik















