BI Lirik Usia Melinial Gerakan Ekonomi Syari’ah di Palembang 

KORDANEWS – Untuk mengenalkan gerakan Ekonomi Syari’ah khususnya di Kota Palembang Bank Indonesia Wilayah Provinsi Sumatera Selatan, kenalkan Ekonomi Syari’ah ke beberapa Pesantren yang kali ini mengunjungi Pesantren Muqimus Sunnah di Kampus 1 Sekanak Palembang, Rabu, 27 November 2019, setelah sebelumnya mengadakan Rapat Koordinasi TPID Se-Sumatera Selatan yang di hadiri 17 Kab/Kota pada Hari Selasa, (26/11), di Hotel Arista, Palembang.

Hal ini disampaikan Yunita Resmi Sari selaku Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan kepada KordaNews mengatakan “Pesantren itu di seluruh Indonesia, jumlahnya ada 25.000 dan santrinya ada 20 juta, itu adalah usia melinial, belum lagi para alumninya, di Sumatera sendiri ada 350 pesantren, walau tidak sebanyak di Jawa, tetapi tetap mempunyai potensi. Potensi untuk menjadi penggerak Ekonomi Syari’ah yang sedang didorong oleh Bank Indonesia, dan kita sekarang ini sedang menggabungkan antara Ekonomi Syari’ah dengan Ekonomi Digital karena kita melihat trend nya tadi bahwa sebagian besar berusia melinial, merupakan target yang sesuai dengan ekonomi digital termasuk uang elektronik yang sedang digalakkan” ungkapnya, Rabu, (27/11).

Menurut nya, usia milinial ini bisa menjadi penggerak dan pelopor syari’ah tetapi yang modern dan memahami gejolak dan trend-trend yang baru, itulah kenapa kami mensosialisasikan QRIS (QR Code Indonesia Standard) di Pesantren karena ingin mendorong Ekonomi Syari’ah dan juga ekonomi digital, dimana instrumen yang didorong adalah QRlS.

“Jadi tidak ada lagi yang dikotomiin, ada si A, si B, ada OPPO, LinkAja dan sebagainya, semua bisa memakai standar QRIS, juga lebih efisien dan tidak banyak-banyak mesinnya dan stikernya. Karena itu Bank Indonesia mendorong adanya standar seperti itu dan produk yang sebelumnya akan menjadi kreatif untuk menawarkan produk nya dengan banyak diterima dimana-mana yang pasti menguntungkan konsumen, karena ada cashback dan keuntungan yang lain diberikannya” tutupnya.

Keuntungan yang didapat dari pesantren diungkapkan oleh Izzah Zen Syukri selaku Manager Pesantren Muqimus Sunnah Kepada KordaNews mengatakan “Kami sejak mendapatkan pembinaan dari Bank Indonesia yang mempunyai program senafas dengan kami merasa tidak berjalan sendiri yang selama ini hanya dilakukan sendiri saja, apa lagi BI turun langsung dengan survey dan mengajari, mengasih ilmu juga membikin workshop-workshop yang sangat membantu sekali, selama ini hanya mencoba-mencoba dan sekarang dikasih ilmu yang beneran secara profesional dan bantuan berupa mesin serta pelatihan, dan anak-anak pesantren pun, tambah menggeliat untuk usaha yang dikembangkan oleh pesantren yang tadi nya biasa-biasa saja” bebernya.

“Sejak Bank Indonesia langsung turun tangan membantu usaha dari pesantren, anak-anak pesantren bertambah semangat untuk bisa membesarkan usaha mereka” tutupnya. (eh)

Editor : Jhonny

Bank Indonesia Bi Ekonomi syariah Milenial di Palembang

Related Post

Leave a reply

Tirto.ID
Loading...