Melawan Saat Ditangkap, Spesialis Begal Keok Setelah DiDOR

 

KORDANEWS — Unit 3 Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel berhasil menangkap pelaku begal sadis yang beraksi di kawasan Musi 2 Palembang. Pelaku harus merasakan timah panas anggota setelah mencoba melarikan diri saat akan ditangkap.

Ahmad Jodi (22) warga Jalan Lettu Kadir Kelurahan, Karang Jaya Kecamatan Gandus Palembang, ditangkap setelah ketiga temannya sudah menjalani hukuman di Polsek Gandus, anggota pun berhasil mencium keberadaan pelaku setelah teman pelaku bernyanyi.

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumsel, Kombes Pol Yustan Alvani melalui Kasubdit III Jatanras Kompol Suryadi mengatakan, anggota kami berhasil menangkap pelaku DPO kasus 2019 dimana laporannya di Polsek Gandus dan Polrestabas Palembang

“Dimana lima pelaku tiga diantaranya sudah menjalani hukumannya di Polsek Gandus, dan satu pelaku lagi berhasil kita tangkap namun saat dilakukan penangkapan pelaku ini melawan anggota. Sehingga anggota memberikan tindakan tegas terhadapnya dan mengenai kaki kanannya,”Jelasnya Selasa (14/1).

Mereka ini merupakan pelaku spesialis begalan dan pembobolan minimarket Alfamart dan terakhir bobol rumah kosong, bersama kelima kompolotanya dimana satu pelaku Agus masih dalam pengejaran terhadap anggota. Untuk Aguas agar segera menyerahkan diri karena tinggal kamu yang belum ditangkap akan kami sikat kalau tidak mau menyerah diri.

“Modus para pelaku ini memang cukup sadis sebelum melakukan tindakannya, karena ketika ada korbannya salah satu teman pelaku ini mengatakan bahwa korban tersebut musuhnya. Karena temannya ada musuh kemudian para pelaku mengeroyok setelah korbannya tidak sepeda motornya dibawah lari,”jelas Suryadi.

Sementara pengakuan pelaku Jodi bahwa sudah melakukan begal sudah tiga kali dan semuanya dilakukan dikawan musi 2 Palembang, setiap melakukan begal kami melakukannya berlima pak Tama, Roy, Yoga, Aku dan Agus. Cuman Agus yang belum ditangkap kalau yang tiga teman aku sudah ditangkap di Polsek Gandus.

” Tuagas aku cuman mengawasi lokasi kejadian, terus yang mengeksekusinya teman aku dengan mengacam dengan parang. Kalau cuman memukul menggunakan alat bantu tangan pak,”ungkapnya

Hasil penjualan sepeda motor satu orang mendapatkan kan Rp 250.000, kalau bagian penjualan si Roy bae pak kami cuman menunggu hasilnya saja. Uangnua untuk membeli minuman terus beli sabu dan jajan aku pak, gawean aku ini cuman buru banguna. (Dik)

 

Editor : Chandra.

begal polisi sumsel

Related Post

Leave a reply

Tirto.ID
Loading...