Home Kriminal Terkena Hipnotis, Petugas Pelipat Surat Suara Kehilangan Uang Jutaan Rupiah

Terkena Hipnotis, Petugas Pelipat Surat Suara Kehilangan Uang Jutaan Rupiah

KORDANEWS- Seorang ibu-ibu paruh baya di Indralaya kehilangan uang mencapai jutaan rupiah setelah menjadi korban hipnotis. Kejadian tersebut terjadi di samping gedung gakkumdu Bawaslu Ogan Ilir. Sekitar pukul 9.30 wib, Kamis (11/1).
Korban, LN warga komplek persada kelurahan Indralaya Indah, Ogan Ilir mendatangi kantor Bawaslu sekitar pukul 12.30 wib. Dirinya mengadukan peristiwa yang dialaminya kepada polisi yang berjaga di kantor Bawaslu. Sekaligus mengecek pelaku yang terekam lewat CCTV Bawaslu. Namun karena posisi terlalu jauh, muka dan plat kendaraan pelaku tidak tampak jelas.
LN Menjelaskan, awalnya datang ke gudang KPU Ogan Ilir untuk bertugas melipat surat suara. “Karena masih sepi dan belum buka, aku tunggulah tegak-tegak di depan tempat pelipatan surat suara. Tiba-tiba ada 1 orang mengaku datang dari jogja, mau nanya alamat ponpes Darussalam. Aku bingung ponpes Darussalam diamana, taunya ponpes Raudhatul Ulum (RU)” ujarnya.
Baru sebentar menanyakan alamat, datang satu orang lagi mengaku bernama Herman, kerja di kejaksaan tinggal di palem raya ikut mengobrol.
Pelaku hipnotis ini bercerita karena perlu duit karena bapaknya sakit. “Orang ini bawa barang sakti yang punya banyak kegunaan, tapi tidak mau ditunjukan apa barangnya, ingin dititipkan ke ponpes RU karena amanat kakek. Nah yang namanya Herman ini nawar Rp85 juta. Terus aku diminta jadi saksi, tapi aku dak mau, aku takut,” terang LN.
Kemudian, pelaku hipnotis ini mengatakan bahwa ibu LN mengidap penyakit guna-guna. “Dia bilang ibu ini di guna-guna orang, bisa muntah darah, bisa stroke, bisa mati. Terus dia ambil dari tangan ini keluar kawat dari mulutnya pelaku. Masih ada 2 lagi di bahu dan di paha. Jadi aku berfikir, gimana ini, ngobrol di rumah aja, aku takut ngobrol dengan orang ramai. Dia bilang tidak apa, cuma 2 menit nanti dia bisa buangnya kawat itu. Jadi ibu percaya-percaya saja,” jelasnya.
Pelaku sempat menanyakan aset dan harta tersembunyi apa saja yang dipunyai korban. Mulai dari uang di dompet, uang di ATM, emas, sertifikat rumah dan tanah. “Ujung-ujungnya dia minta, ibu bisa tidak ambil uang di rumah. Aku bilang tidak bisa, karena kunci lemari ada di suami saya. Tapi disuruhnya untuk kasih alasan ke suami ada perlu segala macam,” jelasnya lagi.
Awalnya pelaku meminta uang tersebut hanya untuk dilihat saja, tidak untuk diambil. Gunanya untuk doakan uang itu agar korban agar cepat sehat. “Supaya ibu sehat dan ambil penyakit tadi. Semakin banyak semakin bagus. Semakin banyak uang yang di kasih semakin cepat sembuh. Aku kasih duit di dompet Rp200 ribu tidak mau,” katanya.
LN mengaku bingung setelah banyak diajak ngobrol oleh pelaku. Terbujuk dengan omongan pelaku, LN lantas diantarnya dengan motor ke rumahnya. Tidak sampai ke rumahnya, pelaku hanya mengantar di tengah jalan. Tepat di sebelah gedung sentra gakkumdu bawaslu Ogan Ilir. Kemudian LN jalan kaki hingga rumahnya.
“Jadi sampailah pulang ke rumah, minta sama bapaknya kunci untuk buka lemari. Untuk apa duit sebanyak itu, kata bapaknya. Awalnya ambil Rp5 juta, dicegah cuma Rp3 juta, masih tidak dibolehkan bapaknya, jadi hanya ambil Rp1 juta,” sebut LN. Ia mengaku ke suami nya butuh uang tersebut untuk di pinjamkan ke temannya yang butuh uang sebentar, nanti dibalikan.
Lantas LN langsung ke tempat pelaku menunggu, masih di samping gedung sentral gakkumdu Ogan Ilir. Uang senilai Rp1 juta ditambah didompet Rp200 ribu diserahkan nya ke pelaku. “Setelah dikasihkan uangnya, terus uangnya dijampi dan bacakan doa, kata dia suruh ibu wudhu dulu di masjid. Pas aku balik lagi, orangnya sudah tidak ada dua-duanya dan pergi membawa uang tadi,” jawab LN lemas.
Belum lama ini, kabar adanya korban hipnotis juga terjadi di Ogan Ilir. “Ngapolah bisa dak sadar itu, padahal bulan lalu ada juga yang kena hipnotis, pedagang kue di depan komplek TPI Indralaya,” sesalnya.
Editor : Admin
Tirto.ID
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here