Tanaman rimpang lainnya yang tak kalah berkhasiat adalah temulawak. Sebagai kerabat dekat kunyit, temulawak memiliki sifat analgetik yang membantu mengurangi rasa sakit serta membantu metabolisme tubuh agar proses pemulihan jaringan sendi berjalan lebih cepat. Mengonsumsi air rebusan temulawak secara rutin satu hingga dua kali sehari dipercaya mampu mengurangi kekakuan sendi yang sering dialami oleh lansia maupun mereka yang aktif berolahraga berat.
Namun, pengobatan dari dalam tentu akan lebih optimal jika dibantu dengan penanganan dari luar. Penggunaan minyak atsiri seperti minyak cengkeh atau minyak kayu putih dapat memberikan sensasi hangat yang meresap hingga ke jaringan otot. Pijatan lembut di area sekitar tempurung lutut menggunakan minyak ini membantu mengurangi ketegangan ligamen. Selain itu, penting untuk memperhatikan pola hidup, seperti menjaga berat badan ideal agar beban yang ditumpu oleh lutut tidak berlebihan, serta memberikan waktu istirahat yang cukup bagi sendi saat nyeri mulai terasa.
Pemanfaatan obat tradisional ini menjadi pilihan menarik karena minim efek samping bagi organ tubuh lain seperti lambung dan ginjal, selama dikonsumsi dalam batas wajar. Meski demikian, jika nyeri dengkul disertai dengan pembengkakan hebat, kemerahan yang terasa panas, atau menyebabkan hilangnya kemampuan berjalan, segera lakukan pemeriksaan medis ke dokter. Memadukan kearifan lokal dengan pola hidup sehat adalah kunci utama untuk menjaga lutut tetap kuat dan fleksibel di masa tua.















