Misteri di balik jam-jam terakhir kehidupan sang binaragawan semakin mendalam ketika polisi menggeledah rumah mewah senilai 22 juta Baht (sekitar Rp9,6 miliar) yang ia sewa bersama kekasihnya.
Polisi mendapati kondisi interior rumah rusak parah dan dipenuhi tumpukan sampah. Cairan cat berwarna hitam dan kuning tampak sengaja disiramkan ke berbagai dinding, perabotan mahal, hingga peralatan elektronik.
“Kerusakan terjadi dalam semalam saat saya sedang tidur di kamar lain,” ujar kekasih Murphy yang berusia 22 tahun kepada penyelidik. Ia mengaku terkejut dan belum pernah melihat Murphy berperilaku seagresif itu selama tiga tahun hubungan mereka.
Temuan Obat-obatan dan Jarum Suntik
Dari hasil penggeledahan lanjutan di mobil pribadi Murphy, polisi mengamankan sebuah tas pinggang yang berisi beberapa butir pil putih tak dikenal serta dua buah jarum suntik medis yang belum digunakan. Polisi juga menemukan bungkus obat antidepresan di sekitar lokasi kejadian.
Meski demikian, kepolisian Thailand menegaskan bahwa mereka masih menunggu hasil otopsi resmi untuk menyimpulkan apakah Murphy berada di bawah pengaruh zat terlarang atau sedang mengalami episode psikotik akut akibat gangguan kesehatan mental.
Saat ini, jenazah Connor Murphy telah dibawa ke rumah sakit setempat untuk menjalani tes toksikologi menyeluruh, sementara pihak Kedutaan Besar AS telah dihubungi terkait pemulangan jenazah.















