KORDANEWS – Kabar kurang mengenakkan datang dari vokalis band Kotak, Tantri Syalindri. Penyanyi yang akrab disapa Tantri Kotak ini baru saja membagikan pengalaman pahitnya setelah menjadi korban penipuan investasi bodong. Ironisnya, terduga pelaku tak lain adalah teman dekatnya sendiri yang berinisial PN (Popi Novitasari).
Kasus ini terbilang besar karena akumulasi total kerugian dari seluruh korban yang terjerat diperkirakan menembus angka Rp10 miliar. Sementara untuk Tantri secara pribadi, kerugian yang dideritanya mencapai angka miliaran rupiah.
Kesedihan Tantri kian mendalam karena dana yang amblas tersebut adalah hasil kerja kerasnya selama puluhan tahun di panggung musik tanah air, yang sengaja ia sisihkan demi menjamin masa depan buah hatinya.
Hasil Keringat Puluhan Tahun Ikut Amblas
Bagi seorang musisi atau pekerja seni, jaminan hari tua dan masa depan keluarga adalah hal yang harus dipersiapkan secara mandiri. Kesadaran inilah yang awalnya membuat Tantri mencoba memutar uang tabungannya ke sektor bisnis agar bisa terus berkembang.
“Kami yang bekerja di industri hiburan kan tidak punya dana pensiun layaknya pekerja kantoran. Jadi, ketika ada uang lebih yang sekiranya bisa diputar untuk masa depan, kami coba investasikan. Eh, ternyata dana yang amblas ini juga termasuk tabungan pendidikan anak-anak,” ungkap Tantri saat ditemui di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan.
Rasa sesak dan kecewa menyelimuti hati Tantri. Ia tak menyangka kepercayaan yang ia berikan kepada seseorang yang sudah dianggap sebagai sahabat justru dibalas dengan pengkhianatan yang fatal. “Rasanya benar-benar seperti dikhianati dari belakang,” imbuhnya dengan nada getir.
Bermula dari Kedekatan Sesama Wali Murid
Hubungan Tantri dengan terduga pelaku awalnya terjalin sangat baik dan natural sejak tahun 2021. Keduanya saling mengenal dekat karena anak-anak mereka menempuh pendidikan di sekolah yang sama. Karena sering bertemu dan berinteraksi sebagai sesama wali murid, pelaku berhasil membangun citra diri sebagai sosok teman yang suportif dan dapat dipercaya.
Melihat profil pelaku yang meyakinkan, Tantri akhirnya luluh ketika ditawari kerja sama bisnis berupa penyertaan modal untuk pembelian suatu produk pada tahun 2025. Pada fase-fase awal, roda investasi tersebut berjalan sangat lancar. Tantri sempat menerima pembagian keuntungan sebagaimana mestinya selama hampir satu tahun.















