KORDANEWS — Rasa sakit pada lutut yang muncul ketika sedang berlari lalu tiba-tiba menghilang mungkin membuat sebagian orang mengira kondisi tersebut bukan masalah serius. Padahal, nyeri yang hilang setelah aktivitas berhenti tidak selalu berarti lutut sudah sepenuhnya aman.
Nyeri lutut merupakan salah satu keluhan yang cukup sering dialami pelari, baik pemula maupun mereka yang sudah rutin berolahraga. Penyebabnya beragam, mulai dari penggunaan berlebihan, peningkatan jarak atau kecepatan secara mendadak, hingga masalah pada struktur di sekitar tempurung lutut.
Mengapa Lutut Bisa Sakit Saat Berlari?
Ketika berlari, lutut menerima beban berulang. Jika tubuh belum terbiasa dengan intensitas latihan tertentu, beban tersebut dapat memicu iritasi atau nyeri.
Salah satu penyebab yang sering dikaitkan dengan pelari adalah patellofemoral pain syndrome, yang juga kerap disebut runner’s knee. Kondisi ini biasanya menimbulkan rasa sakit di bagian depan lutut, di sekitar atau di belakang tempurung lutut. Nyeri dapat memburuk ketika berlari, naik-turun tangga, jongkok, atau setelah duduk dalam waktu lama.
Nyeri juga dapat muncul akibat penggunaan berlebihan. Misalnya, seseorang yang biasanya berlari 3 kilometer tiba-tiba meningkatkan jarak menjadi 7 atau 10 kilometer. Perubahan intensitas latihan yang terlalu cepat dapat memberikan tekanan lebih besar pada lutut.
Kenapa Sakitnya Bisa Hilang Tiba-Tiba?
Nyeri yang muncul ketika berlari dan kemudian mereda saat berhenti dapat terjadi pada masalah akibat aktivitas atau penggunaan berlebihan.
Salah satu contohnya adalah iritasi pada jaringan di sekitar lutut. Ketika aktivitas dihentikan, beban pada jaringan tersebut berkurang sehingga rasa sakit ikut mereda.
Namun, pola seperti ini tidak cukup untuk menentukan penyebabnya. Lokasi nyeri, durasi, aktivitas yang memicunya, serta ada atau tidaknya pembengkakan perlu diperhatikan.
Karena itu, jangan menjadikan hilangnya rasa sakit sebagai alasan untuk langsung kembali berlari dengan intensitas tinggi.
Jangan Dipaksa Kalau Lutut Masih Sakit
Jika lutut terasa sakit ketika berlari, sebaiknya jangan memaksakan diri untuk terus berlari. NHS menyarankan pelari berhenti berlari ketika mengalami nyeri lutut dan kembali berlari setelah kondisi cukup pulih.
Untuk keluhan ringan, mengurangi aktivitas yang memicu nyeri dapat membantu. Kompres dingin menggunakan es yang dibungkus kain juga dapat digunakan hingga sekitar 20 menit. Es sebaiknya tidak ditempelkan langsung ke kulit.
Selama proses pemulihan, aktivitas dengan benturan lebih rendah dapat menjadi alternatif, tergantung kondisi masing-masing orang.















