KORDANEWS – Rasa nyeri atau ngilu pada gusi dan gigi ketika terkena angin dingin mungkin terlihat sebagai keluhan sederhana. Namun, kondisi tersebut dapat menjadi tanda adanya masalah pada gigi atau jaringan gusi yang perlu diperhatikan.
Keluhan biasanya terasa ketika seseorang berada di luar ruangan, terkena hembusan angin, atau mengonsumsi makanan dan minuman dingin. Rasa sakit dapat muncul secara tiba-tiba, seperti tersengat, kemudian menghilang setelah rangsangan dingin berhenti.
Salah satu penyebab yang paling sering adalah gigi sensitif. Kondisi ini terjadi ketika lapisan pelindung gigi mengalami penipisan atau bagian akar gigi menjadi terbuka akibat gusi menyusut. Akibatnya, rangsangan dingin dapat mencapai bagian dalam gigi dan memicu rasa nyeri.
Selain gigi sensitif, gigi berlubang juga dapat menyebabkan rasa ngilu ketika terkena udara dingin. Lubang pada gigi membuat jaringan di bawah lapisan pelindung gigi lebih mudah terpapar rangsangan dari luar. Semakin dalam kerusakan gigi, keluhan yang dirasakan biasanya semakin berat.
Masalah pada gusi juga tidak boleh diabaikan. Gusi yang mengalami peradangan atau menyusut dapat membuat bagian akar gigi terbuka. Area tersebut tidak memiliki perlindungan seperti bagian mahkota gigi sehingga lebih mudah terasa sensitif ketika terkena udara atau makanan dingin.
Pada kondisi tertentu, nyeri yang muncul saat terkena dingin juga dapat berkaitan dengan peradangan saraf gigi. Berbeda dengan sensitivitas biasa yang umumnya berlangsung singkat, peradangan saraf dapat menimbulkan rasa sakit yang lebih lama, berdenyut, atau muncul tanpa rangsangan.















