Penangkapan Andi Arief, Dua Elit Dari Partai Gerindra Salahkan Pemerintahan Jokowi

KORDANEWS — Terkait Wasekjen Demokrat Andi Arief yang ditangkap karena terseret kasus narkoba. Berbagai tanggapan muncul, tak terkecuali dua elit dari Partai Gerindra yakni Waketum Gerindarief Poyuono.

Menurutnya justru  Pemerintah Presiden Jokowi yang harus disalahkan atas penangkapan Andi Arief.

“Andi Arief cuma jadi korban kegagalan pemerintah Joko Widodo dalam pemberantasan narkoba di Indonesia,” ungkap Arief Poyuono kepada wartawan, Senin (4/3).

Apalagi dirinya mengungkapkan peredaran narkoba di era Jokowi semakin banyak Ia juga meminta Andi Arief segera direhabilitasi.

“Peredaran narkoba sendiri bukannya makin menurun, malah makin banyak di era Joko Widodo dan makin mengancam generasi Indonesia,” tutur Poyuono.

“Yang pasti Andi Arief itu korban dan mungkin pengkonsumsi narkoba, maka Andi Arief harus segera direhabilitasi saja dari ketergantungan narkoba di rumah rehabilitasi dari ketergantungan narkoba milik negara,” sambungnya.

Poyuono juga berharap agar penangkapan Andi Arief tidak dikaitkan dengan pemenangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno Seperti diketahui, Demokrat merupakan pengusung pasangan nomor urut 02 itu.

“Tidak perlu dipolitisasi karena itu bukan cara untuk menyembuhkan Andi Arief, yang merupakan korban dari ketergantungan narkoba,” ucap Poyuono.

Sementara itu Wakil Ketua Fadli Zon, mengungkapkan di dalam empat tahun terkahir penggunaan narkoba telah meningkat tajam.
Mulai dari rakyat kecil hingga para elite politik, dari yang muda sampai yang tua.

“Artinya pemerintah sekarang gagal didalam menangani pembatasan narkoba, karena kita lihat jumlah temuannya semakin fantastik, ada yang sampai ton, ada yang sampai berkilo-kilogram,” ujar Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (5/3).

Sementara itu Wakil Ketua DPR RI itu pun menilai kini Indonesia menjadi target dari negara-negara lain untuk memasukkan narkoba ke wilayah Indonesia.

Baca Juga :   Pemerintah Siapkan 1,2 Juta Sambungan Listrik Bagi Masyarakat Kurang Mampu di Tahun ini

Sehingga, masyarakat hingga elite memiliki kesempatan yang besar untuk mendapatkan barang haram tersebut.Dia pun menyebut Andi Arief sebagai korban dari arus derasnya penyebaran narkoba.

Jadi apa yang menjadi pada saudara Andi Arief mungkin dia merupakan korban, dari berbagai macam derasnya masuknya narkoba ke Indonesia, sekarang Indonesia bukan lagi menjadi negara tujuan investasi saja, tapi menjadi tujuan narkoba dari negara-negara lain,” ucapnya.

Pemerintah, kata Fadli, harus memiliki niat yang serius untuk memberantas narkoba di Tanah Air.
Sehingga penggunaan ataupun penyalahgunaan obat-obatan terlarang tersebut bisa diberantas.

“Jadi ini harus ada keseriusan pemerintah sekarang untuk memberantas narkoba, dimulai dari bandar- bandarnya,” pungkasnya.

Untuk diketahui Andi Arief ditangkap polisi lantaran diduga mengkonsumsi narkoba jenis sabu. Polisi sempat menggeledah kamar tempat Andi Arief menginap selama 4 jam di Menara Peninsula Hotel, Jakarta Barat.

Foto-foto Andi Arief setelah ditangkap pun beredar. Di sebuah foto, tampak Andi Arief berada di dalam tahanan. Ia beralaskan kasur dan terdapat kotak-kotak kardus berwarna cokelat di ruang tahanan yang sama.

Tidak hanya Arief Poyuono, Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Fadli Zon turut menyalahkan pemerintahan Jokowi yang gagal memberantas narkoba.

Editor : Jhonny

Andi Arief Partai Gerindra pemerintah Jokowi

Related Post

Leave a reply

Loading...