5. Fosfor untuk Pembentukan Tulang
Fosfor bekerja bersama kalsium dalam membangun dan menjaga kekuatan tulang serta gigi. Selain itu, fosfor juga berperan dalam penyimpanan dan penggunaan energi di dalam tubuh.
Sumber fosfor antara lain ikan, susu, daging, telur, dan kacang-kacangan.
6. Yodium untuk Perkembangan Otak
Yodium diperlukan untuk produksi hormon tiroid yang berperan dalam pertumbuhan fisik dan perkembangan otak anak. Kekurangan yodium dapat menghambat pertumbuhan dan memengaruhi kemampuan belajar.
Sumber yodium yang umum adalah garam beryodium, ikan laut, udang, dan rumput laut.
7. Kalium untuk Keseimbangan Cairan Tubuh
Kalium membantu menjaga keseimbangan cairan, fungsi otot, dan kesehatan jantung. Mineral ini juga mendukung kerja saraf agar berjalan normal.
Sumber kalium meliputi pisang, kentang, alpukat, jeruk, tomat, dan susu.
Pentingnya Pola Makan Seimbang
Memenuhi kebutuhan mineral anak tidak harus melalui suplemen. Sebagian besar kebutuhan tersebut dapat diperoleh dari makanan bergizi seimbang yang terdiri dari sayur, buah, protein hewani dan nabati, susu, serta biji-bijian.
Orang tua juga perlu memastikan anak memiliki pola makan yang beragam agar kebutuhan nutrisi terpenuhi secara optimal.
Kesimpulan
Mineral seperti kalsium, zat besi, zinc, magnesium, fosfor, yodium, dan kalium memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan fisik, perkembangan otak, serta kesehatan anak secara keseluruhan. Dengan memberikan makanan bergizi dan seimbang setiap hari, orang tua dapat membantu memastikan anak tumbuh sehat dan berkembang secara optimal.















