KORDANEWS – Sosok Kuntilanak yang selama ini dikenal sebagai salah satu hantu paling ikonik di Indonesia kini bersiap tampil di panggung internasional. Franchise horor populer asal Taiwan, The Rope Curse, resmi menghadirkan film keempat yang mengangkat legenda mistis Indonesia sebagai fokus utama cerita.
Film berjudul The Rope Curse 4: Kuntilanak menjadi proyek paling ambisius dalam sejarah waralaba tersebut. Untuk pertama kalinya, kisah yang diangkat tidak hanya berpusat pada kepercayaan dan ritual masyarakat Taiwan, tetapi juga menggabungkan unsur horor dari Asia Tenggara, khususnya Indonesia.
Keputusan menghadirkan Kuntilanak sebagai karakter utama langsung menarik perhatian para pecinta film horor. Pasalnya, sosok hantu perempuan berambut panjang yang identik dengan gaun putih itu sudah lama menjadi bagian dari cerita rakyat dan budaya populer Indonesia.
Dalam film terbaru ini, penonton akan disuguhkan cerita yang menghubungkan dua negara sekaligus. Teror bermula dari sebuah ritual supranatural yang dilakukan dan disiarkan secara langsung melalui internet. Ritual tersebut tanpa sengaja membangkitkan kekuatan Kuntilanak yang kemudian menyebarkan kutukan mengerikan hingga melintasi batas negara.
Kutukan tersebut perlahan merambat dari Indonesia menuju Taiwan dan memicu berbagai peristiwa mistis yang sulit dijelaskan. Di tengah situasi mencekam itu, sejumlah karakter harus berjuang mengungkap asal-usul teror sekaligus mencari cara untuk menghentikan kekuatan gelap yang terus memakan korban.
Tak hanya menghadirkan kisah horor yang lebih besar, film ini juga memperluas latar cerita ke Indonesia. Sebagian alur akan mengikuti perjalanan seorang pria yang datang ke Pontianak untuk menelusuri misteri kematian saudara perempuannya. Namun pencarian tersebut justru membawanya pada rahasia kelam yang berkaitan dengan legenda Kuntilanak.















