“Orang muda Amerika cenderung lebih sering menonton pornografi ketimbang mereka yang sudah tua dan orang Amerika yang sudah tua cenderung memiliki pernikahan lebih stabil, karena mereka sudah lebih dewasa dan secara keuangan lebih stabil serta sudah lebih banyak berinvestasi pada hubungan yang dijalani,” kata Dr Perry lagi.
Sebelumnya riset yang dilakukan oleh General Social Survey (GSS) dan dipublikasikan dalam situs American Psychological Association juga mengungkapkan efek buruk dari pernikahan. Setelah diteliti, peneliti menyimpulkan: konsumsi pornografi menyebabkan orang menjadi lebih bisa menerima seks di luar pernikahan. Artinya, ketika seseorang semakin sering menonton atau melihat pornografi, semakin dia bisa menerima seks selain dengan pasangannya.
Di negeri penelitian dilakukan yaitu Amerika Serikat, perselingkuhan menjadi salah satu penyebab yang sering disebutkan ketika pasangan memilih bercerai. Sehingga dengan adanya hasil riset ini bisa disimpulkan juga, pornografi menjadi penyebab langsung hancurnya sebuah pernikahan.
editor : ardi















