KORDANEWS – WhatsApp telah mengkonfirmasi adanya celah keamanan dalam aplikasi yang memungkinkan hacker menginstal perangkat lunak spyware. Perangkat lunak ini disuntikkan melalui WhatsApp telepon.
WhatsApp tidak menjelaskan berapa banyak pengguna yang terjangkiti spyware ini. Namun mendorong WhatsApp untuk melakukan pemutahiran siginifikan pada aplikasinya.
“Serangan itu dilakukan sebuah perusahaan swasta yang dilaporkan bekerja dengan pemerintah yang menebar spyware untuk mengambil alih fungsi sistem operasi ponsel,” ujar WhatsApp seperti dikutip dari CNN International, Kamis (16/5/2019).
Seorang sumber yang akrab dengan penyelidikan spyware ini penyebut NSO Group yang berada di belakang aksi ‘pembobolan’ WhatsApp ini.
NSO adalah perusahaan teknologi Israel bernilai jutaan dolar dengan berspesialisasi cyber-surveillance tools. Sesuai dengan lingkup di mana ia bekerja, perusahaan lebih memilih untuk bekerja dalam bayang-bayang. Para eksekutifnya jarang berbicara dengan media dan tidak banyak bicara tentang kliennya.
Produk andalannya adalah Pegasus, sebuah malware yang dirancang untuk melacak ponsel pengguna. Software ini dapat menginfeksi perangkat setelah mengklik tautan dalam pesan teks palsu, kemudian mereka punya akses penuh ke telepon.
NSO Group mengatakan teknologinya telah dilisensi badan-badan pemerintah, dan “untuk tujuan tunggal memerangi kejahatan dan teror.” Perusahaan tidak memiliki peran mengidentifikasi target, “ini dioperasikan oleh badan intelijen dan penegakan hukum,” ujarnya dalam keterangan resmi.















